Selamat Datang di Official Website Future Leader Institute. Info lengkap hubungi : 0899.2159.530

Minggu, Agustus 12, 2018

AKADEMI CALEG



Pengumuman Ini Khusus Untuk Anda Para Caleg yang akan berkompetisi pada Pemilu Serentak 2019

INILAH KESEMPATAN EMAS

Apakah masyarakat MENGENAL Anda sebagai seorang CALEG ?

Apakah masyarakat mau MEMILIH Anda sebagai CALEG saat Pemilu nanti ?

Tekad dan Keyakinan untuk menang Pemilu sangatlah penting, tapi bagaimana caranya meraih suara yang EFEKTIF dan EFISIEN sehingga UANG dan TENAGA Anda tidak terkuras sia-sia dan Anda GAGAL menjadi ALEG ?

Persoalan DANA KAMPANYE, seringkali membuat para caleg harus BERHUTANG atau MENGGADAIKAN ASET, lantas adakah cara lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan dana kampanye BEBAS HUTANG ?

Masih bingung ?

Bagaimanakah agar Anda bisa menang Pemilu dan terpilih menjadi ALEG dengan CARA yang efektif dan DANA yang efisien?

Dapatkan Solusinya Di Acara Ini. Anda akan mendapatkan 3 KUNCI RAHASIA bagaimana Menang Pemilu 2019. Anda akan tahu di bagian mana yang perlu Anda tingkatkan yang kemudian dilanjutkan dengan mempraktikan ulang langkah-langkahnya bersama Tim Sukses Anda.

Yeay ! Anda akan mendapatkan langkah-langkah membangun PERSONAL BRANDING oleh TIM FUTURE LEADER INSITITUTE. Anda juga akan mendapatkan JURUS JITU MERAIH SUARA oleh Pakar Pemenangan Pileg dan Pilkada Nasional yang berpengalaman mendampingi para caleg dan calon Kepala Daerah dalam memenangkan pemilu. Dan, yang tidak kalah penting adalah Anda akan mendapatkan Tips Punya Dana Kampanye BEBAS HUTANG, langsung dari praktisinya BACO MAIWA, Aleg DPRD Kapuas Hulu 2009 – 2014.

CATAT TANGGALNYA !!!!

Sabtu, 25 Agustus 2018

Pkl 08.00-17.00 WIB

di HOTEL MERCURE PONTIANAK

Jalan Ahmad Yani, Pontianak

INVESTASI
• 1 orang Rp 1.650.000,- / org
• 2 orang Rp 3.000.000,- (Hemat 300.000)

FASILITAS YANG ANDA DAPATKAN
• 2x Coffee Break
• 1x Makan Siang
• 1 T-Shirt Future Leader Institute
• Seminar Kit
• Sertifikat

Segera Daftarkan Diri Anda sekarang juga, HANYA TERSEDIA 40 KURSI

SILAHKAN ISI FORMULIR PENDAFTARAN DI SINI
*http://bit.ly/akademicaleg2018*

Info dan Pendaftaran Hub:
DITA 0899.2159.530

Rabu, Mei 14, 2014

I'm Gonna Be Around by MLTR



It's been so long since we took the time
to share words from deep inside us
We're in our own world spinning our wheels
but you know how I feel

Well since the first time I took your hand
my love for you has just been growing
You always seem to understand
You know how I am

Chorus:
I'm gonna love you til the end
I'm gonna be your very true friend
I wanna share your ups and downs
I'm gonna be around

When you're alone cause I'm away
don't be sad don't be afraid
I'm gonna turn my thoughts to you
like I always do

Chorus:
I'm gonna love you til the end
I'm gonna be your very true friend...

Catch you when you fall
Hold you when you¡¯re down
Sharing every moment
I wanna show you all I do
I believe I¡¯ve found a miracle
in you

Chorus:
I'm gonna love you til the end
I'm gonna be your very true friend...

But even though the cold from your still beating and even though the cold in your eyesmakes me freeze all the time

Sabtu, Mei 03, 2014

Kedengkian Menyebabkan Memilih Jalan Kesesatan



Sebagian orang yang sesat dan memilih jalan kesesatan bukanlah karena ia tidak tahu mana yang hak dan mana yang batil.

Akan tetapi dia tersesat karena kebencian dan kedengkiannya kepada orang lain atau kelompok lain.

Awalnya sepele, akan tetapi karena kebenciannya itu dibiarkan tumbuh dan berkembang, bahkan dipupuk dengan perangai jahat dan kata-kata berbisa, akhirnya ia tidak merasa lagi bahwa dia sesat, bahkan merasa dirinya benar dan berada pada pihak yang benar.

Awalnya mungkin ada perperangan batin yang dahsyat seperti yang pernah dirasakan oleh Umayyah bin Abi Shalt dan Abu Jahal. Akan tetapi ketika bertemu dengan teman seide atau komunitas seperangai, kedengkian itu mengkristal hingga menutup batinnya untuk melihat kebenaran. Akhirnya sampai pandangannya terbalikpun tidak dia sadari lagi.

Sifat-sifatnya yang dulu mulia akhirnya terkikis menjadi biadab. Semua hanya berubah karena benci dan dengki.

Sejarah mencatat banyak sekali orang bertipe seperti ini. Di antaranya para pembesar kafir Quraisy yang menjadi penentang dakwah Rasulullah, seperti: Walid bin Mughirah, Al 'Ash bin Wail, Umayyah bin Khalaf, 'Uqbah bin Abi Mu'aith, 'Utbah bin Rabi'ah, Nadhar bin Harits, juga gembong munafik Ibnu Ubay bin Salul dan seluruh Yahudi Madinah yang tidak mau beriman kepada Rasulullah.

Baik itu kedengkiannya kepada pribadi Rasulullah maupun kebenciannya kepada keluarga atau suku Rasulullah. Seperti, bagaimana dahsyatnya kedengkian Bani Makhzum (suku Abu Jahal) kepada Bani Hasyim (suku Rasulullah).

Atau yang lebih dahsyat dari itu bagaimana kedengkian Bani Hanifah (suku besar Musailimah al Kadzdzab) kepada Bani Mudhar (suku besar Rasulullah).

Seluruh orang yang kita sebutkan di atas awalnya adalah orang-orang mulia yang bersifat dengan sifat baik. Para pemilik akal cerdas yang menjadi rujukan. Hingga mereka dijadikan panutan dan pemuka masyarakat. Tapi sayang sekali, mereka jadi jahat justru ketika kebenaran dan hidayah datang menyapa.

Allah berfirmah dalam surat al Baqarah 109:

حسدا من عند أنفسهم من بعد ما تبين لهم الحق

"...karena rasa dengki dalam diri mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka..."

Ya Allah, sucikan hati kami dari kedengkian yang menghitamkan hati nurani. Pertemukan kami dengan teman-teman yang saling mengingatkan untuk menjauhi sifat keji. Dan jauhkan kami dari orang-orang yang meracuni batin kami dengan perangai yang Engkau murkai.

*by Zulfi Akmal
(Al Azhar, Cairo)

Rabu, Februari 19, 2014

Rahasia Mars & Venus ...



~ Kenapa Mars & Venus? Karena katanya wanita berasal dari Venus, pria dari Mars. ~

Bro & Sis, bukannya gk pernah punya masalah tentang hubungan dengan sahabat wanita entah itu istri sendiri, teman, temannya istri atau siapapun, tapi saya yakin diantara kita semua pasti sering, paling tidak pernah, melakukan kesalahan-kesalahan kecil yg membuat pasangan kita marah, cemburu atau bahkan merasa sedikit terlupakan.

Sekedar sharing aja dan jangan terlalu dianggap serius, jika ternyata antara wanita dan pria ternyata punya sedikitnya 6 rahasia, yg sepertinya bisa dimanfaatkan jika ingin memiliki hubungan yang lebih baik dengan pasangan atau sahabat.

6 rahasia pria:
1. Pria membutuhkan respek atau hormat daripada cinta. Dia akan mengorbankan cinta jika tidak dihormati.
2. Pria selalu ingin mengontrol sesuatu. Maka wanita harus memberi rasa aman dan nyaman pula padanya.
3. Pria merasa dirinya provider keluarganya. Maka wanita harus bisa mengerti kalau pria mau selalu membayari.
4. Pria sering tertarik dengan sesuatu yang seksi. Wajar. Dalam batas tertentu berilah kelonggaran terhadap visualnya.
5. Pria bisa romantis asal wanita mengajarkan apakah romantisme itu.
6. Pria sangat memperhatikan penampilan pacar/isterinya.

6 rahasia wanita:
1. Wanita butuh diyakinkan kembali mengenai cinta pria kepadanya. Jangan pernah lupa selalu mengucapkan I Love You..
2. Emosinya suka meletup-letup. Harus dimengerti [ apalagi kalau pas lagi menstruasi ], tapi jangan didiamkan atau dimarahi.
3. Wanita suka didengarkan. Maka pria harus mempunyai empati kepada mereka dan bukan hanya simpati.
4. Wanita sangat suka suasana romantis.
5. Wanita selalu ingin merasa cantik. Maka pujilah kecantikan dia dengan sedikit "berbohong" [ bohong putih ya tor.. ] asal gk kebangetan.
6. Selalu ingin merasa aman.

Memang realitas kadang tidak menunjukan apa yg kita mau, saling mencintai dan menghargai, tapi harus ada kompromi dari dua belah pihak apalagi jika kita akan berbagi hidup dengan orang lain..

Sekali lagi, jangan terlalu serius, dan silahkan terusin buat tambahan..

(copas from http://forum.kompas.com/keluarga/5479-rahasia-mars-venus.html)

Jumat, Februari 07, 2014

Ketika Apple dan BlackBerry Masih Buah-buahan



Bernostalgia memang kadang menyenangkan. Jadi mungkin tidak ada salahnya mengingat ketika orang orang masih belum akrab dengan berbagai gadget canggih seperti smartphone.

Ya, mungkin ibarat kalimat populer ketika Apple dan BlackBerry masih sebatas buah-buahan. Masa ketika mayoritas manusia belum saling dihubungkan dengan smartphone atau sibuk mengutak atik Facebook, Path dan Twitter.

Memang kemajuan teknologi membawa banyak sekali hal positif. Namun rasanya, ada cerita masa lalu yang dirindukan sebelum merebaknya gadget seperti sekarang. Seperti apa memangnya kondisi zaman ketika itu? Berikut mungkin sedikit penggambarannya.

1. Main Petak Umpet

Bocah bocah pada masa kini, terutama di perkotaan, sepertinya banyak yang mengalami ketergantungan dengan beragam gadget. Dari tablet PC, konsol game, dan tentu saja ponsel cerdas generasi terbaru.

Memang dengan diberi perangkat tersebut, anak-anak lebih tenang dan tidak merepotkan orang tuanya karena keasyikan. Namun di sisi lain, mereka tidak lagi banyak melakukan permainan luar ruangan yang menyenangkan.

Di perkotaan, mungkin tidak banyak lagi anak anak yang main petak umpet, gobag sodor, kelereng atau sekadar bertukar gambar koleksi dengan teman temannya. Atau sekadar naik pohon yang di masa lalu adalah kegiatan yang cukup menyenangkan.

"Bermain di luar ruangan, menjadi kotor, naik pohon dan sebagainya adalah kesenangan sederhana yang tidak banyak dilakukan anak-anak zaman sekarang," kata Chaterine Prisk, dari lembaga anak Play England di Inggris.

2. Pakai Telepon Koin

Berkomunikasi dengan orang lain di masa lalu memang tidak segampang zaman sekarang. Namun justru karena itulah ada kesenangan tersendiri.

Misalnya saja memakai telepon koin. Dahulu, banyak telepon koin yang masih berfungsi. Untuk menelepon, masukkan uang dan tekan nomor yang dituju.

Nah, durasi menelepon tergantung berapa banyak koin yang dimasukkan. Agar bisa menelepon dalam waktu yang lama, sebaiknya menyediakan banyak uang koin.

Ada juga cara licik dalam menelepon koin. Ya, beberapa remaja di masa lalu punya trik tersendiri agar uang koin yang dimasukkan bisa digunakan kembali.

3. Hubungan Pertemanan Lebih Intens

Dengan Facebook, Path, Twitter dan seabrek layanan lainnya, berkomunikasi menjadi jauh lebih mudah. Namun di sisi lain, kontak fisik lebih jarang terjadi.

Mungkin benar istilah bahwa gadget seperti smartphone justru mendekatkan yang jauh namun malah menjauhkan yang dekat. Pada saat bertemu pun, masih banyak yang sibuk dengan gadgetnya.

Di masa lalu, untuk berteman, mau tidak mau orang orang harus saling bertemu dan banyak melakukan kegiatan bersama. Pada pada masa itu yang dilakukan adalah benar-benar mengobrol satu sama lain.

Saat menunggu di tempat umum saat itu, tidak ada gadget yang bisa dimainkan. Maka banyak orang memilih melontarkan senyum atau mengajak orang di sampingnya mengobrol.

4. Tidur Lebih Nyenyak

Saat ini, smartphone sudah menjadi semacam candu bagi banyak orang. Di tempat tidur pun, smartphone harus selalu di samping untuk menemani.

Entah sekadar browsing, posting di Path, atau komentar di Facebook. Saking asyiknya, bisa kebablasan sampai malam dan membuat tidur tidak nyenyak.

Di pagi hari ketika terbangun, barang pertama yang dilihat pun sudah pasti adalah ponsel. Dan terus begitu setiap harinya.

Berbeda dengan zaman dahulu, mungkin yang dilakukan sebelum tidur hanyalah mengobrol atau berimajinasi. Dan tampaknya membuat tidur lebih tenang dan nyenyak tanpa gangguan.

5. Hidup yang Sederhana

Hidup pada masa lalu memang tidak semuanya menyenangkan dan kemajuan yang dibawa teknologi zaman sekarang membuat banyak hal jadi mudah. Namun memang masa lalu menghadirkan kesenangannya sendiri seperti yang diungkapkan Bruce, pria separuh baya asal Australia.

"Ketika aku masih muda, aku tumbuh di sebuah pedesaan Skotlandia. Kami anak anak di sana menghabiskan seluruh masa kanak-kanak dengan berenang, memanjat setiap pohon yang kami jumpai dan berlarian kesana kemari," tulisnya.

"Tentu saja kami pernah mengalami luka, terjatuh, atau kena penyakit flu dan sebagainya. Namun rasanya semua hal itu lebih menyenangkan daripada yang dilakukan anak-anak di zaman sekarang," lanjut Bruce.

"Aku tidak mau menukar kehidupanku saat itu dengan harga apapun," kenangnya.

(sumber : detik.com)

Selasa, Januari 28, 2014

Bermula dari KATA-KATA...



Terkadang mesti teliti dlm menutur kata...bisa jadi suatu ketika kata itu kembali mengenai diri kita...

Maka diam saat emosi tak terkendali adalah laksana emas dn permata...

Menutur kata saat emosi merajai jiwa justru menuai hina dan celaka...

Di sanalah kualitas iman diuji...kedewasaan tampak nyata...

Karena semua luka-luka dalam jiwa nyatanya selalu tersebab oleh kata-kata...

Begitupun dgn berbagai letupan kebahagiaan juga terjadi karena kata-kata...

Maka terkhusus untuk urusan KATA-KATA ini, Nabi kita tlah wasiatkan dgn terang, "Berkatalah yang baik atau DIAMlah"...

Sederhana sekali wasiat itu, namun tak sesederhana bagi mereka yang TIDAK DEWASA, yang TIDAK MATANG JIWANYA...

Jadi, memilih DIAM saat tidak ada pilihan untuk BERKATA yang BAIK adalah UJIAN kedewasaan sekaligus KEMATANGAN JIWA seseorang...

Disinilah kemudian kita menemukan satu istilah baru bagi DIAM yaitu KEBIJAKSANAAN...

Yup, menjadi BIJAK lebih tepatnya adlah menjadi SELEKTIF dalam berkata-kata...ini yang mesti kita latih setiap saat....

Hingga KATA-KATA yang terlontar hanyalah hikmah yang menumbuhkan benih KEBAIKAN...yg menentramkan setiap jiwa...

Wallahua'lam bish shawwab

Minggu, Januari 05, 2014

REFLEKSI DIRI



Ya, setiap kita akan kembali menghadap Allah sendiri-sendiri...apa gunanya menyalahkan org lain atas dosa yg menimpa diri...

Mumpung masih di dunia, selagi masih bernyawa...maka selalu ad kesempatan utk melakukan perbaikan...

Sudahlah, berhentilah 'menyantap' aib teman dn saudara seperjuangan...urus saja keburukan diri...boleh jadi lebih banyak dri yg disangka

Yup, jiwa kita terlalu sering dilelahkan oleh begitu banyak prasangka...

Hati kitapun terlampau sering dikotori dgn iri dn dengki...

Tapi justru semua itu yg membuat kita enggan berhenti, nikmat betul 'mengintip' borok saudara sendiri...ah kejamnya dunia...

Lebih kejam lagi yng merasa punya banyak jasa...merasa sudah lebih banyak amalnya ketimbang yg lainnya, padahal hanya pekerja...

Merasa segunung amalnya, padahal 1 saja tk ad yg terpenuhi syaratnya...duh ampuni kami Ya Rabbi

Mari refleksi diri...smoga dijauhkan dari puji yg mematikan hati...dijauhkan dari sanjungan yg merusak iman...

Selasa, Desember 31, 2013

Menaklukkan atau DItaklukkan...



Setiap satuan waktu memiliki maknanya sendiri. Tergantung seperti apa kita menilainya. Allah memberi nikmat waktu, lalu kita ditantang memaknainya.

Di titik ini, semuanya memiliki hak setara. Raja Fir`aun, Nabi Muhammad, Imam Syafi`i, saya dan anda. Tapi pada titik yang sama, tak semua memiliki kesudahan yang seragam. Ada yang melesat derajatnya, tapi ada juga yang terjerumus ke titik terendah, serendah-rendahnya. Ada yang menjadi mulia, tapi adapula yang kehilangan jatidirnya sebagai manusia. Maka, bagaimana kita bersikap dalam satuan waktu, disitulah kualitas diri ditentukan.

Sekarang kita berada di ambang tahun 2014. Tiba-tiba, kita disadarkan tentang cepatnya laju waktu, memaksa kita berlomba dengan limit takdir yang Allah tuliskan untuk kita. Hasan Al Bashry berkata; “Sejatinya setiap kita adalah kumpulan hari-hari. Ketika hari-hari berlalu, maka semakin habis pula bagian dari diri kita”

Setiap satuan waktu memiliki ibrohnya sendiri. Tergantung seperti apa kita membacanya. Peristiwa isro` mi`roj, misalnya. Salah satu ibrohnya adalah tentang waktu, yang sangat relatif. Bentang panjang masjidil haram – masjidil aqsha – sidratul muntaha – masjidil haram oleh Allah dipersingkat sedemikian rupa. Melampaui limit logika orang ramai.

Alkisah, Abu jahal begitu semangat menjadikannya sebagai modus baru pendustaan terhadap risalah Muhammad. Tapi Abu bakar Ash shiddiq membaca peristiwa lintas batas ini dengan keimanan lintas batas pula, "Kalau Muhammad yang mengatakan itu, maka itu pasti benar".

Begitulah, perbedaan cara membaca waktu melahirkan perbedaan orientasi. Pepatah sekuler berujar "time is money", yang menunjukkan orientasi mereka dalam memanfaatkan waktu. Tapi para ulama memaknainya dengan lebih akurat, "al waqtu huwa al hayah". Waktu adalah kehidupan. Ia adalah wadah untuk diisi, sarana untuk mengabdi. Kualitas isinya bergantung pada orientasi kita dalam mengisinya. Imam syafi`i berkata, "Jika engkau tidak menyibukkan diri dengan kebenaran, maka engkau akan disibukkan kebatilan”.

Setiap satuan waktu memiliki momentumnya sendiri. Tergantung seperti apa kita memanfaatkannya.

Analoginya, uang miliaran rupiah di bank tetap tak bernilai, kala tak bertemu momentum yang tepat untuk dibelanjakan. Sebaliknya, sepuluh ribu rupiah untuk yang membutuhkan, pastilah tiada tara nilainya. Begitupun waktu. Semakin banyak merebut momentum, semakian sukses hidup kita.

Maka, aktifitas yang segunung tak mesti jaminan. Perlu planning detail, sedikit mengerutkan kening sembari menggantung tanya, apakah momentumnya sudah tepat? Ini penting, agar selamat dari jebakan; rasanya sudah sibuk sekali, tapi sebenarnya hidupnya belum beranjak jauh. Tidak efektif waktunya. Atau tidak barakah umurnya.

Maka, kalau bekerja tidak tepat momentumnya saja dianggap kerugian, bagaimana dengan membuang waktu untuk hal yang nirfaedah? Ibnu Qoyyim berkata; “menyia nyiakan waktu itu lebih berbahaya daripada kematian. Sebab kematian hanya memisahkanmu dari dunia. Sedangkan menyia-nyiakan waktu akan menjauhkanmu dari Allah”.

Setiap satuan waktu memiliki pahalanya sendiri.

Ini istilah dari Abu Bakar Ash siddiq RA. Dan ini dia prinsip orang beriman; bertambahnya waktu harus beriring dengan bertambahnya amal, kualitas maupun kuantitasnya. Termasuk sekarang, di ambang pergantian warsa yang ke sekian, sabda baginda layak kita baca ulang; sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya, dan bagus amalnya. Dan seburuk - buruknya adalah yang panjang umurnya dan buruk amalnya (HR Attirmidzy).

Surat Al Hadid (57) berkisah tentang bani isroil, diturunkan al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, tetapi hati mereka menjadi keras. Dari masa ke masa, dari rasul ke rasul, dari generasi ke generasi, tak banyak yang berubah pada bani israil.

Bandingkan dengan Abu bakar RA. Masa berislamnya hanya sekira 25 tahun. Tapi efektif hidupnya, barakah umurnya. Baru subuh hari, sudah sekian kebajikan ia tuntaskan. Qiyamullail. Berniat puasa. Menjenguk si sakit, bahkan mengantar jenazah.

Imam syafi`i juga. Baru sekira 50 tahun kala beliau wafat. Tapi ilmu ushul fiqihnya membantu semua generasi memahami kitab dan sunnah. Efektif hidupnya. Barakah umurnya. Beliau tetap berbagi manfaat, meski raga sudah berpulang dalam hitungan abad.

Nah, bagaimana jika saat hidup saja tak sanggup berbagi bajik, apatah lagi kalau sudah menjadi tanah?

Sekarang tinggal kita bertiga; saya, anda dan waktu. Mau menaklukkan waktu, atau ditaklukkan?

Wallahul musta`aan.


*Biodata penulis
M. As`ad Mahmud, Lc
Ponpes Sabilul Khoirot, Tengaran, Kab. Semarang
Fak. Syariah Universitas Al Azhar, Kairo. (2000 – 2005)
Staf Kaderisasi DPD PKS Kab.Semarang

Sabtu, Desember 14, 2013

Kehidupan selalu berawal dari sini...



Pernikahan adalah JANJI SUCI...ikrar kita kepada TUHAN...ia adalah PERKARA YANG BERAT...karena merubah yang HARAM menjadi HALAL...

Yang dahulu PENUH DOSA...kemudian bertabur PAHALA...bahkan dalam ucap mesra suami dan istri...

Maka memilih PASANGAN yg BAIK adalah KEMESTIAN bagi mereka yg ingin merasakan INDAHNYA PERNIKAHAN...

PASANGAN YG BAIK menyenangkan dikala bersama, menentramkan kala berjauhan.

Pasangan YANG BAIK menyuburkan AMAL SHOLEH dan KETAATAN kpd SANG PENCIPTA...bukan malah sebaliknya...

PASANGAN YG BAIK sumber dari turunnya BERKAH dari ALLAH...jika merana bertahun2 setelah menikah, boleh jadi tiada berkah ALLAH di sana...

Oleh sebab itu, sebuah petuah terucap dahulu, MENIKAHI org yg kau cintai adalah KEMUNGKINAN, MENCINTAI org yg kau NIKAHI adalah KEMESTIAN

Karena PERNIKAHAN tidak selalu diawali dari CINTA...PERNIKAHAN adalah LADANG untuk MENYEMAI CINTA, menumbuhkannya lalu menjadikannya berbuah

PERNIKAHAN harus diawali dari SALING PERCAYA...jika ini tiada, maka tiada akan tumbuh benih2 cinta di dalamnya...

Pernikahan dan Jodoh adalah PERKARA GHAIB, yg kita tiada tahu siapa yang akan menjadi PASANGAN TERBAIK bagi kita...

Maka MUTLAK dan HARUS bagi kita untuk menyertakan ALLAH dalam urusan pernikahan dan menemukan JODOH, bahkan dalam setiap urusan kehidupan KITA...

Agar tiada MENYESAL di hari kemudian, karena PILIHAN kita boleh JADI banyak salah dan kelirunya...pilihan kita boleh jadi TIDAK BAIK untuk AGAMA KITA, hidup kita, dan AKHIRAT KITA...ini yg terpenting...

JANGAN SAMPAI menikah dan memilih jodoh lalu kemudian mengantarkan kita menuju NERAKA ALLAH...jadi berantakan IBADAH setelah menikah, jadi PENSIUN HOLAQOH pasca menikah, dsb...hanya disibukkan dgn urusan mencari HARTA...

Kita berlindung dari Allah dari PERNIKAHAN yang TIDAK BAROKAH, dari JODOH yang tidak baik...

Semoga Allah karuniakan kita kebaikan diri, hingga Allah pertemukan dgn jodoh yang baik...yg telah menikah, semoga semakin BAROKAH setiap ucap mesranya...barokah harta dan keturunannya, semakin istiqomah dlm dakwah dn tarbiyah...

Sabtu, Desember 07, 2013

LIFE MasteryTraining



INFO :
Terbaru di akhir 2013...sebuah ketulusan untuk berbagi kebaikan kepada Anda...kami hadir dengan nama baru, dengan konsep baru...spesial untuk kemajuan Diri, Organisasi, Perusahaan/Instansi Anda...

SPESIAL EDITION
LIFE MASTERY TRAINING

dengan Metode INSIGHT...Anda akan dituntun untuk melihat ke dalam diri, kehidupan dan masa depan Anda...karena ternyata semua kunci persoalan kehidupan ada di sana...di dalam diri Anda, di dalam hidup Anda, dan di dalam Masa Depan Anda...dan semua orang hebat dalam sejarah, telah sejak lama menerapkan metode INSIGHT...
Insight Your Self - Insight Your Life - Insight Your Future

Trainer :
Dipandu langsung oleh Penemu Konsep LIFE MASTERY
FAKHRUL INSIGHTMASTER
dan tim trainer berpengalaman

TRAINING PERDANA :
10 Desember 2013 - bersama Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Barat di Hotel Dangau Singkawang

INFO LENGKAP DAN ORDER TRAINING/IN-HOUSE :
+62812-5700-1106
Pin BB : 760373DF

MASTER your life...Enjoy your SUCCESS and the GLORY will come to you...

Selasa, November 12, 2013

Semburat Rupa...



Yang cantik rupa menjadi tidak cantik, jika tiada dekat dgn Sang Pencipta...

Yang buruk rupa menjadi tidak buruk, jika rajin berdekat dgn YANG MAHA INDAH

Apa daya cantik jelita, tapi imannya lunglai nyaris tiada...

Apa daya rupawan wajah, tapi jarang menyembah Allah...

Dikira dunia adalah segalanya, padhal hidup hanya sebentar saja...dikira wajah adalah segalanya, padhal hati yang dinilai Allah...

sibuk diri berbenah rupa, lupa berbenah yang di dalam dada...

sibuk diri mengumpul puja, terlupa jika mati tiada apa yang dibawa...

Maka untuk mereka yang demikian, ucapkanlah Innalillah, bahkan seblum wajahnya bercium tanah...

Bahkan tanah lebih mulia, dari wajahnya yang tiada malu menumpuk dosa...

Allahua'lam bish shawwab

(copas from twitter @fakhrul_iMaster)

Selesaikanlah Masalahmu...



Jika telah selesai satu urusan, mka selesaikanlah urusan yg lain, sungguh kewajiban itu lbih bnyak dri wktu yg tersedia, berhentilah menunda...

Tidak ad satu masalahpun yg sangat besar, kcuali karena wadah perasaan kita trlalu kecil utk menampungnya...

Tidak ada satu masalahpun yg benar2 rumit, kecuali karena wadah hati kita yg terlampau sempit utk meletakkannya...

Maka, besarkanlah perasaanmu, dgn begitu semua masalah menjadi kecil...

Maka lapangkanlah hatimu, dgn begitu smua masalah mnjadi gampang utk diselesaikan

Masalah tak pernah menghancurkanmu, perasaanmu itulah yg membuat hidupmu hancur...

Masalah tk pernah menyulitkanmu, hatimu yg sempit itulah, yg membuat segalanya mnjdi rumit...

Masalah adalah sunnatullah kehidupan, ia hadir tuk jadi ujian, siapa yg benar beriman, dn siapa yg tiada beriman...itu saja...

Maka yg benar beriman, ia keluhkan masalah hnya pd Tuhan, tanpa celaan dn hinaan, sabar jadi hiasan, yakin penuh harapan...lalu terbukalah jalan-jalan kemudahan...

Bgi yg tiada beriman, msalah dtang, Tuhan disalahkan, keluhan, cacian, hinaan jdi hiasan lisan, apatah lgi menyemai harapan, hidup smakin melelahkan, tertatih dlm kesempitan...

Semakin tebal dn kokoh iman, makin berat masalah yg datang, namun makin brlipat pula ganjaran Tuhan...surga menanti penuh kerinduan

Smakin tipis dn rapuh keimanan, masalah yg datang juga yg ringan2...tpi yg ringan2 sering jadi permainan syaitan, seolah ujian padhal tipuan...

Maka, tiada ucapan trindah ketika masalah hadir slain ucapan 'Hasbunallah wa ni'mal wakiil', Maha Suci Allah, dn hnya kpdMu kami brserah diri...

(Copas from twitter @fakhrul_iMaster)

Seruan Jihad yang diabaikan...



Selayaknya saya bersedih jika ada ikhwan yang tidak ikut #mukhayam ... Itu pertanda dia belum cukup siap untuk berjihad #AYTKTM

Jika #mukhayam yang setahun sekali sama nilainya dengan holaqoh, maka absennya sama dengan tidak holaqoh selama 1 tahun #AYTKTM

Menjadi kaburlah afiliasi dakwah mereka, entah kepada jama'ah yang mana mereka menautkan hatinya, sering berdalih 'yang penting Islam' #AYTKTM

Maka, dizaman terbuka ini, afiliasi dakwah harus jelas, jangan bermuka dua, atau bermain dua kaki... #AYTKTM

Jama'ah dakwah di Indonesia ada PKS, HTI, JT... Silahkan berafiliasi kepada salah satunya...dan patuhilah apa yang menjadi manhajnya #AYTKTM

Kalo tidak siap berjuang bersama jama'ah yang telah dipilih, selayaknya mundur sejak awal, agar tak jadi beban perjalanan #AYTKTM

Saya khusus bicara ini kepada Kalian WAHAI IKHWAN...WAHAI LAKI-LAKI...WAHAI RIJAL... #mukhayam #AYTKTM

Jika nasehat yang jelas ini tak juga membuat mata kalian terbuka, maka biarlah waktu yang menjelaskannya dengan terang kepada kalian #mukhayam #AYTKTM

Ketahuilah bahwa dakwah ini tak pernah sedikitpun berduka atas tiadanya kalian dalam barisannya #mukhayam #AYTKTM

Agama ini juga tak sedikitpun berkurang kemuliaannya tanpa hadirnya kalian sebagai penolongnya #AYTKTM #mukhayam

Yup, dakwah ini memang berat, tidak mudah, pastilah menyingkir jiwa-jiwa yang lalai, pastilah menjauh hati-hati yang ternodai #mukhayam #AYTKTM

Dan Allah akan selalu memuliakan kehidupan orang-orang yang berjuang di jalan dakwah-Nya baik di dunia dan di akhirat #mukhayam #AYTKTM

Allahua'lam bish shawwab

(Copas from twitter @fakhrul_iMaster)

Senin, Oktober 28, 2013

Saatnya Melupakan...



Saat kamu berhasil dalam dakwahmu, ribuan org berbondong2 mengikuti seruanmu...itulah saatnya kamu harus MELUPAKAN...
Saat kamu berhasil dalam mentarbiyah, ribuan kader terlahir dari rahim holaqohmu...itulah saatnya kamu harus MELUPAKAN...
Saat kamu berhasil dalam menunaikan amanahmu, ribuan org terinspirasi atas kerja dn ide cemerlangmu...itulah saatnya kamu harus MELUPAKAN...

Yup, MELUPAKAN segala keberhasilan, segala kesuksesan, dan semua jerih payahmu adalah cara paling jitu utk menjauhkanmu dari jurang UJUB dan KESOMBONGAN...

Maka,
Siapakah yang ditelan bumi, karena merasa ilmunya TINGGI...? Qarun namanya...
Siapakah yang ditelan lautan, karena merasa dirinya TUHAN...? Fir'aun namanya...

So, bumi dan seisinya tak pernah punya tempat utk mereka yang ANGKUH, SOMBONG lagi MEMBANGGA-BANGGAKAN DIRINYA...
Na'udzubillahi mindzalik

Save Our Young Generation...



Remaja adalah suatu masa dimana seseorang mengalami gejala-gejala kematangan, baik scara fisik maupun kejiwaan...

Fase remaja juga disebut fase transisi dari anak-anak menuju dewasa...

Nah, dalam fase transisi, apapun itu, termasuklah seorang remaja, selalu rentan, rawan dan labil...

Terlebih lagi rasio dan logika remaja, belum cukup matang, sehingga seringkali berbuat atas dasar emosional

Karena Emosi lebih dominan ketimbang Rasio, hal ini kemudian berdampak pada prilaku mereka : ingin coba2, ingin eksis, dan ingin diapresiasi

ketiga dampak tersebut didukung dengan kondisi kejiwaan mereka, dimana pada usia 13 - 20 tahun, mereka memasuki fase sosialization period

Fase Socialization adalah tahap dimana mereka mulai berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya, mencari teman yang se-TIPE dengan mereka...

Dampak yang muncul pada Sosialization Period ini salah satunya adalah PACARAN...mereka mulai membangun hubungan khusus dengan lawan jenisnya...

Berangkat dari semua kondisi tadi (rentan, rawan, labil + Fase Bersosialisasi) membuat remaja menjadi prioritas untuk dijaga dan dibimbing...

Bukan hanya karena polosnya jiwa mereka, namun karena kondisi instabiltas itulah yang membuat mereka rentan jatuh kepada perbuatan-perbuatan amoral

Oleh sebab itu, peran AGAMA jauh lebih penting untuk menjadi pengarah bagi mereka (remaja) dalam melewati fase transisi ini...

Jika mereka (remaja) bisa terjaga saat berada di fase transisi, pastilah terjaga saat memasuki fase dewasa...

Jika mereka (remaja) bisa menjadi sholeh/sholehah di fase transisi, pastilah tambah sholeh/sholehah saat memasuki fase dewasa

Dan sebaliknya, jika mereka (remaja) tidak terjaga dari pergaulan bebas, maksiat...pastilah juga akan sulit membentuk pribadinya saat dewasa

Oleh sebab itulah, kita perlu mempertemukan para remaja itu dengan nilai-nilai agama dan moral sedini mungkin...sebelum mereka dewasa...

Saya lupa menyampaikan rentang usia remaja :
10 - 14 tahun : remaja awal
14 - 20 tahun : remaja akhir (disebut Youth)
(sumber : WHO)

dan ini fase tumbuh kembang jiwa seorang anak :
0 - 7 thn : Imprint Period
7 - 13 thn : Modelling Period
13 - 20 thn : Socialitazion Period

Jadi, tugas-tugas peradaban, tugas pembentukan generasi semestinya diawali sejak dini, sejak seorang anak memasuki usia remaja...

Bahkan didalam Islam, pembentukan generasi telah dimulai sejak memilih calon pasangan yang baik, calon ibu dan bapak yang sholeh bagi sang anak

So, mari kita selamatkan remaja kita, slogan yang sering kita gaungkan adalah Save Our Young Generation...

karena dengan menyelematkan para remaja, itu sama dengan kita sedang menyelamatkan sebuah bangsa...menyelamatkan masa depan Indonesia

(copas from twitter @fakhrul_iMaster)

Kamis, Oktober 17, 2013

JADILAH NEGARAWAN SEJATI



Semuanya mesti siapkan diri, siapkan mental utk menjadi Negarawan, persembahkan karya gemilang untuk Negeri...

Salah satu ciri seorang Negarawan, tidak pernah mencaci negaranya sendiri, namun bangkit lalu berbuat dn berikan kontribusi sekecil apapun

Negarawan juga mesti miliki kompetensi...sehingga yg hadir bukan hnya pribadi yg tangguh namun juga akal yg jernih dn wawasan global mumpuni

Negarawan tak pikirkan lagi apa yg dia dapat, Ia hanya fokus pada apa yg bisa diberikan, sebanyak2nya bagi Negara,

karenanya, kita selalu melihat Negarawan sejati pasti sibuk dalam kerja dn karya nyata, tak lagi bertengkar ini salah, itu tercela...

Banyak orang pintar dari negeri ini, namun mreka tinggal di negeri orang, tk pernah peduli nasib bangsanya, yg mereka pikirkan perut sendiri

Banyak orang peduli di negeri ini, tapi tak punya kompetensi, jdi cuma bisa cuap sana, cuap sini, tak tahu harus persembahkan apa utk negeri

Banyak orang yg tak pintar dn juga tak peduli, ini yg bikin repot, paling cepat kalo adu jotos, jadilah negeri para pedebah,

Maka, jadilah kalian orang yang Pintar dan juga Peduli...punya kompetensi juga punya hati, berani tapi bernurani, dialah Negarawan Sejati

copas from twitter @fakhrul_iMaster

Sabtu, Oktober 12, 2013

TEBARLAH KASIH SAYANG...TEBARLAH CINTA...



Hati akan menjadi lebih sensitif, lebih peka, lebih lembut jika sering berdekatan dengan Pemiliknya (Allah)

Hati jadi tempat lahirnya rahmat (kasih sayang)...dan karena rahmatlah kita dan seisi dunia ini dicipta oleh Allah...

karena rahmat pula, Rasulullah saw yang mulia terhadir ke dunia,

seperti kata Nabi saw, "Inna maa anna rahmatun muhdatuun", Sebenarnya aku ini suatu rahmat yang dipersembahkan...

Maka misi kemanusiaan kita yang paling pertama adalah menebar rahmat bagi seluruh alam, menebar kasih sayang kepada segenap ciptaan Allah

Untuk itu pula Islam hadir ke dunia, ia menjadi rahmat bagi semuanya, agar sesama makhluk bisa saling menggenapi dalam kasih dan cinta Allah

Karena Islam adalah rahmat, dan kita dicipta dengan rahmat, maka hiduplah dengan saling sayang menyayangi, jangan saling membenci

begitupula, mereka yang selalu menebar kasih, pasti akan dikasihani, mereka yang menebar rahmat pasti akan dirahmati

Seindah lantunan sabda Sang Baginda Saw, "Irhamu man fil ardhi, yarhamukum man fis samaa"...

Kasihanilah semua yang ada di bumi, agar kalian dikasihani oleh yang ada di langit

karenanya pintu-pintu kemudahan hidup selalu hadir kepada mereka yang menebar kasih dan cintanya kepada sesama

kasih dan cinta yang lahir dari hati yang lembut, hati yang tulus, hati yang jujur kepada Tuhannya...

Ar Rahimun, yarhamuhumur Rahmaan...Orang2 berhati rahim, kasih sayang, akan dikasihani Allah yg Maha Rahman...

Sesungguhnya orang yg tidak punya apa2 tidak akan dapat memberikan apa2.

Dan orang yang tidak mampu mengasihi diri sendiri, tidak akan mampu mengasihi orang lain

Mari menebar rahmat, tebar kasih sayang, tebar cinta, saling bantu membantu, saling tolong menolong, saling cinta mencintai..

karena tiada yang bisa menjamin kita masuk surga, bahkan amal kitapun tak bisa menjadi jaminan, kecuali Rahmat dari Allah SWT

Wallahu a'lam bish shawwab

(copas from twitter @fakhrul_iMaster)




Rabu, Oktober 02, 2013

Inilah PUJIAN, yang kalian berlomba-lomba mengejarnya...



Sebagian orang mungkin gila akan pujian sehingga yang diharap-harapkan adalah komentar baik orang lain. Padahal pujian seringkali menipu. Begitu pula kita pun sering berperilaku memuji orang lain di hadapannya. Dari satu sisi kala menimbulkan sisi negatif, ini adalah suatu hal yang tidak baik. Coba baca hadits-hadits berikut yang dibawakan oleh Imam Bukhari dalam kitab Al Adabul Mufrod dengan beberapa tambahan bahasan lainnya.
Memuji Orang Lain di Hadapannya Sama dengan Menyembelihnya

Dari Abu Bakrah, ia menceritakan bahwa ada seorang pria yang disebutkan di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu seorang hadirin memuji orang tersebut. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda,

ويحك قطعت عنق صاحبك، (يقوله مراراً)، إن كان أحدكم مادحاً لا محالة، فليقل: أحسِبَ كذا وكذا- إن كان يرى أنه كذلك - وحسيبه الله، ولا يزكي على الله أحداً

"Celaka engkau, engkau telah memotong leher temanmu (berulang kali beliau mengucapkan perkataan itu). Jika salah seorang di antara kalian terpaksa/harus memuji, maka ucapkanlah, ”'Saya kira si fulan demikian kondisinya." -Jika dia menganggapnya demikian-. Adapun yang mengetahui kondisi sebenarnya adalah Allah dan janganlah mensucikan seorang di hadapan Allah.” (Shahih): [Bukhari: 52-Kitab Asy Syahadat, 16-Bab Idza Dzakaro Rojulun Rojulan]

Abu Musa berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendengar seorang pria berlebih-lebihan dalam memuji seorang. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda,

أهْلَكْتُم- أو قطعتم ظهرَ - الرجل

”Kalian telah membinasakan atau mematahkan punggung orang itu.”(Shahih): [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 54-Bab Maa Yukrohu Minat Tamaduh. Muslim: 53-Kitab Az Zuhd, hal. 67]

Dari Ibrahim At Taimiy dari ayahnya, ia berkata, "Kami duduk bersama Umar [ibnul Khaththab radliallahu 'anhu]. Lalu ada seorang pria memuji orang lain yang berada di hadapannya. Umar lalu berkata,

عقرت الرجل، عقرك الله

"Engkau telah menyembelih orang itu, semoga Allah menyembelihmu.”(Hasan secara sanad)

’Umar berkata,

المدح ذبح

"Pujian itu adalah penyembelihan.”(Shahih secara sanad)

Muhammad (guru imam Bukhari-ed) berkata,

يعني إذا قبلها

“(Hal itu berlaku) apabila ia senang akan pujian yang diberikan kepadanya.”

Boleh Memuji Jika Aman dari Fitnah (Sisi Negatif)

Dari Abu Hurairah, ia menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

نعم الرجل أبو بكر، نعم الرجل عمر، نعم الرجل أبو عبيدة، نعم الرجل أسيد بن حُضير، نعم الرجل ثابت بن قيس بن شماس، نعم الرجل معاذ بن عمرو بن الجموح، نعم الرجل معاذ بن جبل

"Pria terbaik adalah Abu Bakr, ‘Umar, Abu ‘Ubaidah, Usaid bin Hudhair, Tsabit bin Qais bin Syammas, Mu’adz bin Amru ibnul Jamuh dan Mu’adz bin Jabal.” Kemudian beliau mengatakan,

وبئس الرجل فلان، وبئس الرجل فلان

“Pria terburuk adalah fulan dan fulan.” Beliau menyebutkan tujuh nama. (Shahih) Ash Shahihah (875): [Saya tidak mendapatkannya di salah satu kitab induk hadits yang enam]. Saya (Syaikh Al Albani) berkata: “Bahkan hadits ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi. Silakan lihat Ash Shahihah.”

Menyiramkan (pasir) ke Wajah Orang–orang yang Doyan Memuji

Dari Abu Ma'mar, ia berkata, "Ada seorang pria berdiri memuji salah seorang gubernur. Miqdad [ibnul Aswad] lalu menyiramkan pasir ke wajahnya dan berkata,

أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن نحثي في وجوه المداحين التراب

"Kami diperintahkan oleh Rasulullah untuk menyiramkan pasir ke wajah orang-orang yang memuji.” (Shahih) Ash Shahihah (912), [Muslim: 53-Kitab Az Zuhd, hal. 68]

Dari Atha' ibnu Abi Rabah bahwa ada seorang pria memuji orang lain di hadapan Ibnu Umar. Ibnu Umar lalu menyiramkan pasir pada mulutnya dan berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إذا رأيتم المداحين، فاحثوا في وجوههم التراب

"Jika kalian melihat orang-orang yang doyan memuji maka siramkanlah pasir ke wajahnya .”(Shahih) Ash Shahihah (912)

Dari Mihjan Al Aslamy berkata, "Raja' berkata,

أقبلت مع محجن ذات يوم حتى انتهينا إلى مسجد أهل البصرة، فإذا بريدة على باب من أبواب المسجد جالسٌ، قال: وكان في المسجد رجل يقال له: سكبة، يطيل الصلاة، لما انتهينا إلى باب المسجد - وعليه بردة- وكان بريدة صاحب مزاحاتٍ. فقال: يا محجن! أتصلي كما يصلي سكبة؟ فلم يرد عليه محجن،ورجع،

”Saya berjalan bersama Mihjan pada suatu hari hingga kami sampai di masjid milik penduduk Basrah. Pada saat itu Buraidah [ibnul Hushaib] sedang duduk di salah satu pintu masjid. Pada masjid itu terdapat seorang pria bernama Sukbah sedang melaksanakan shalat dalam tempo yang terhitung lama. Ketika kami tiba di pintu masjid –di mana Buraidah sedang duduk disana-, Buraidah berkata -Buraidah adalah seorang yang suka bergurau-,

يا محجن! أتصلي كما يصلي سكبة؟

"Wahai Mihjan, apakah engkau shalat seperti shalatnya Sukbah?” Mihjan tidak menjawabnya tetapi dia lalu pulang.

Raja’ berkata, ”Mihjan lalu berkata, "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memegang tanganku lalu kami pergi bersama hingga menaiki gunung Uhud. Kemudian beliau menatap kota Madinah, beliau lalu bersabda,

ويل أمها من رية، يتركها أهلها كأعمر ما تكون؛ يأتيها الدجال، فيجد على باب كل من أبوابها ملكاً، فلا يدخلها

”Kota ini (Madinah) terancam bahaya. Dia ditinggalkan oleh penghuninya dalam keadaan makmur. Dajjal mendatanginya lalu mendapati malaikat pada setiap pintunya, maka dia tidak dapat memasukinya.”

Beliau lalu turun kembali. Ketika kami sampai di masjid, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat seorang pria melaksanakan shalat, sujud dan ruku'. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu bertanya kepadaku,

من هذا؟

”Siapa dia?”

Saya berkata dengan nada memujinya,

يا رسول الله ! هذا فلان، وهذا

”Wahai Rasulullah, dia adalah fulan dan kondisinya demikian ...” Beliau lalu bersabda,

أمسك، لا تُسمعه فتهلكه

"Cukup jangan engkau memperdengarkan pujianmu sehingga engkau membinasakannya.”

Mihjan berkata, ”Beliau lalu pergi. Ketika sampai di kamarnya beliau seolah meniup dua tangannya sambil bersabda,

إن خير دينكم أيسره، إن خير دينكم أيسره

"Sesungguhnya sikap beragama yang terbaik adalah mengerjakan kewajiban agama sesuai dengan kemampuan.” Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. (Hasan) Ash Shahihah (1635)

Jangan Tertipu dengan Pujian Orang Lain

Ibnu ‘Ajibah mengatakan, “Janganlah engkau tertipu dengan pujian orang lain yang menghampirimu. Sesungguhnya mereka yang memuji tidaklah mengetahui dirimu sendiri kecuali yang nampak saja bagi mereka. Sedangkan engkau sendiri yang mengetahui isi hatimu. Ada ulama yang mengatakan, “Barangsiapa yang begitu girang dengan pujian manusia, syaithon pun akan merasuk dalam hatinya.” (Lihat Iqozhul Himam Syarh Matn Al Hikam, Ibnu ‘Ajibah, hal. 159, Mawqi’ Al Qaroq, Asy Syamilah)

Doa yang Diucapkan Ketika Dipuji Orang Lain

Lihatlah apa yang dilakukan oleh Abu Bakr Ash Shidiq tatkala beliau dipuji oleh orang lain. Beliau–radhiyallahu ‘anhu- pun berdo’a,

اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ

Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy, wa anaa a’lamu bi nafsii minhum. Allahummaj ‘alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa ya’lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun.

[Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka] ( Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4/228, no.4876. Lihat Jaami’ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25/145, Asy Syamilah)

Selalu Raih Ikhlas dan Jangan Cari Muka (Cari Pujian)

Abul Qosim juga mengatakan, “Ikhlas adalah membersihkan amalan dari komentar manusia.”

Dzun Nuun menyebutkan tiga tanda ikhlas:

1. Tetap merasa sama antara pujian dan celaan orang lain.

2. Melupakan amalan kebajikan yang dulu pernah diperbuat.

3. Mengharap balasan dari amalan di akhirat (dan bukan di dunia).

(Lihat At Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, An Nawawi, hal. 50-51, Maktabah Ibnu ‘Abbas, cetakan pertama, tahun 1426 H)

Jika kita sedang melakukan suatu amalan maka hendaklah kita tidak bercita-cita ingin mendapatkan pujian makhluk. Cukuplah Allah saja yang memuji amalan kebajikan kita. Dan seharusnya yang dicari adalah ridho Allah, bukan komentar dan pujian manusia.

Semoga yang sederhana ini bermanfaat. Wallahu waliyyut taufiq.

@ Ummul Hamam – Riyadh KSA, 14 Dzulqo’dah 1432 H (12/10/2011)

sumber : http://rumaysho.com/belajar-islam/akhlak/3563-bahaya-memuji-orang-lain-dan-gila-pujian.html

Minggu, September 15, 2013

LIFE MAKER



Life Maker ... Pembuat Kehidupan

Life Maker --->>> Kapasitas, Komunitas, Popularitas, Loyalitas

Setiap Da'i harus menjadi seorang LIFE MAKER ... menjadi titik sentral yang membuat orang2 yang berada didekatnya loyal dan ikut bergerak di atas arahannya...

Hukum Alam kehidupan, manusia itu laksana daun yg bertaburan di atas air, ia akan mengikuti pusaran yg paling kuat dan berputar bersamanya...

Karenanya membangun KAPASITAS INTERNAL bagi seorang Da'i sama pentingnya dengan DAKWAH yang mereka lakoni...mesti berjalan beriring...

Menafikan apalagi meninggalkan tradisi membangun KAPASITAS INTERNAL sama saja berjalan menuju kehancuran dari DAKWAH itu sendiri...

Karena manusia-manusia yang banyak ini, akan mengikuti siapa saja yang PALING MUMPUNI KAPASITAS INTERNALNYA...Para Da'i harus ad disitu...

KAPASITAS INTERNAL seorang Da'i bisa mencakup kapasitas KEILMUAN ataupun SKILL...ini sudah harus tuntas dalam perjalanan BERNEGARA

KAPASITAS KEILMUAN seorang Da'i mencakup : Ilmu Syar'i (Wajib), Ilmu Pengetahuan Terapan, dn berbagai ilmu yg tidak bertentangan dgn Syariat

KAPASITAS SKILL seorang Da'i mencakup : LEADERSHIP, MANAJEMEN, KOMUNIKASI, LINGUISTIK (B.Arab, Inggris, Mandarin), ENTREPRENEUR, FINANCIAL...

Semua KAPASITAS INTERNAL itu mesti dibangun dengan proses berkelanjutan yang terevaluasi dengan sistematis...ini pekerjaan berikutnya...

Karena cita2 kita adlah menjadi SOKO GURU bagi MASYARAKAT DUNIA...maka mustahil itu dicapai tanpa kapasitas yg mumpuni dari para Da'i Islam

Semangat BELAJAR harus ditumbuhkan, sama besarnya dengan porsi kita menumbuhkan semangat JIHAD...

Karena sunnatullah kehidupan hanya akan bersama mereka yang lebih SIAP, lebih MAMPU utk memimpin umat ini...

Sunnah Pergiliran akan terus berlaku di dunia ini, siapa yg PALING SIAP dialah yang akan diserahkan amanah KEPEMIMPINAN DUNIA oleh ALLAH SWT

So, mari bersiap diri SAUDARAKU, semoga ALLAH berkenan karuniakan rahmat-NYA kepada kita semua, UMAT MUSLIM di seluruh DUNIA...ALLAHU AKBAR

copas from twitter : @fakhrul_iMaster

Kamis, September 05, 2013

You went so soon...



Tak ada yang pergi kawan...
Ini hanyalah perpisahan sementara...

Kami yang di sini masih harus terus meraba...
Dalam hening, dalam diam...seraya mendo’a...

Pertemuan yang tak begitu lama...
selalu saja menyisakan berjuta pesan...
Tentang kebaikan mu
Tentang kesungguhan mu
Tentang keberanian mu
Tentang kerendahan hati mu
Dan semua tentang kenangan yang kita ukir bersama...

“Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya,
kasihanilah ia, lindungilah ia dan maafkanlah ia,
muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya,
bersihkanlah ia dengan air salju dan air yang sejuk.

Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran,
dan gantilah rumahnya [di dunia] dengan rumah yang lebih baik [di akhirat] serta gantilah keluarganya [di dunia] dengan keluarga yang lebih baik,
dan pasangan di dunia dengan yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam syurga-Mu dan lindungilah ia dari seksa kubur atau siksa api neraka).”

Dari kami semua,
Sahabatmu