Selamat Datang di Official Website Future Leader Institute. Info lengkap hubungi : 0899.2159.530

Rabu, Februari 19, 2014

Rahasia Mars & Venus ...



~ Kenapa Mars & Venus? Karena katanya wanita berasal dari Venus, pria dari Mars. ~

Bro & Sis, bukannya gk pernah punya masalah tentang hubungan dengan sahabat wanita entah itu istri sendiri, teman, temannya istri atau siapapun, tapi saya yakin diantara kita semua pasti sering, paling tidak pernah, melakukan kesalahan-kesalahan kecil yg membuat pasangan kita marah, cemburu atau bahkan merasa sedikit terlupakan.

Sekedar sharing aja dan jangan terlalu dianggap serius, jika ternyata antara wanita dan pria ternyata punya sedikitnya 6 rahasia, yg sepertinya bisa dimanfaatkan jika ingin memiliki hubungan yang lebih baik dengan pasangan atau sahabat.

6 rahasia pria:
1. Pria membutuhkan respek atau hormat daripada cinta. Dia akan mengorbankan cinta jika tidak dihormati.
2. Pria selalu ingin mengontrol sesuatu. Maka wanita harus memberi rasa aman dan nyaman pula padanya.
3. Pria merasa dirinya provider keluarganya. Maka wanita harus bisa mengerti kalau pria mau selalu membayari.
4. Pria sering tertarik dengan sesuatu yang seksi. Wajar. Dalam batas tertentu berilah kelonggaran terhadap visualnya.
5. Pria bisa romantis asal wanita mengajarkan apakah romantisme itu.
6. Pria sangat memperhatikan penampilan pacar/isterinya.

6 rahasia wanita:
1. Wanita butuh diyakinkan kembali mengenai cinta pria kepadanya. Jangan pernah lupa selalu mengucapkan I Love You..
2. Emosinya suka meletup-letup. Harus dimengerti [ apalagi kalau pas lagi menstruasi ], tapi jangan didiamkan atau dimarahi.
3. Wanita suka didengarkan. Maka pria harus mempunyai empati kepada mereka dan bukan hanya simpati.
4. Wanita sangat suka suasana romantis.
5. Wanita selalu ingin merasa cantik. Maka pujilah kecantikan dia dengan sedikit "berbohong" [ bohong putih ya tor.. ] asal gk kebangetan.
6. Selalu ingin merasa aman.

Memang realitas kadang tidak menunjukan apa yg kita mau, saling mencintai dan menghargai, tapi harus ada kompromi dari dua belah pihak apalagi jika kita akan berbagi hidup dengan orang lain..

Sekali lagi, jangan terlalu serius, dan silahkan terusin buat tambahan..

(copas from http://forum.kompas.com/keluarga/5479-rahasia-mars-venus.html)

Jumat, Februari 07, 2014

Ketika Apple dan BlackBerry Masih Buah-buahan



Bernostalgia memang kadang menyenangkan. Jadi mungkin tidak ada salahnya mengingat ketika orang orang masih belum akrab dengan berbagai gadget canggih seperti smartphone.

Ya, mungkin ibarat kalimat populer ketika Apple dan BlackBerry masih sebatas buah-buahan. Masa ketika mayoritas manusia belum saling dihubungkan dengan smartphone atau sibuk mengutak atik Facebook, Path dan Twitter.

Memang kemajuan teknologi membawa banyak sekali hal positif. Namun rasanya, ada cerita masa lalu yang dirindukan sebelum merebaknya gadget seperti sekarang. Seperti apa memangnya kondisi zaman ketika itu? Berikut mungkin sedikit penggambarannya.

1. Main Petak Umpet

Bocah bocah pada masa kini, terutama di perkotaan, sepertinya banyak yang mengalami ketergantungan dengan beragam gadget. Dari tablet PC, konsol game, dan tentu saja ponsel cerdas generasi terbaru.

Memang dengan diberi perangkat tersebut, anak-anak lebih tenang dan tidak merepotkan orang tuanya karena keasyikan. Namun di sisi lain, mereka tidak lagi banyak melakukan permainan luar ruangan yang menyenangkan.

Di perkotaan, mungkin tidak banyak lagi anak anak yang main petak umpet, gobag sodor, kelereng atau sekadar bertukar gambar koleksi dengan teman temannya. Atau sekadar naik pohon yang di masa lalu adalah kegiatan yang cukup menyenangkan.

"Bermain di luar ruangan, menjadi kotor, naik pohon dan sebagainya adalah kesenangan sederhana yang tidak banyak dilakukan anak-anak zaman sekarang," kata Chaterine Prisk, dari lembaga anak Play England di Inggris.

2. Pakai Telepon Koin

Berkomunikasi dengan orang lain di masa lalu memang tidak segampang zaman sekarang. Namun justru karena itulah ada kesenangan tersendiri.

Misalnya saja memakai telepon koin. Dahulu, banyak telepon koin yang masih berfungsi. Untuk menelepon, masukkan uang dan tekan nomor yang dituju.

Nah, durasi menelepon tergantung berapa banyak koin yang dimasukkan. Agar bisa menelepon dalam waktu yang lama, sebaiknya menyediakan banyak uang koin.

Ada juga cara licik dalam menelepon koin. Ya, beberapa remaja di masa lalu punya trik tersendiri agar uang koin yang dimasukkan bisa digunakan kembali.

3. Hubungan Pertemanan Lebih Intens

Dengan Facebook, Path, Twitter dan seabrek layanan lainnya, berkomunikasi menjadi jauh lebih mudah. Namun di sisi lain, kontak fisik lebih jarang terjadi.

Mungkin benar istilah bahwa gadget seperti smartphone justru mendekatkan yang jauh namun malah menjauhkan yang dekat. Pada saat bertemu pun, masih banyak yang sibuk dengan gadgetnya.

Di masa lalu, untuk berteman, mau tidak mau orang orang harus saling bertemu dan banyak melakukan kegiatan bersama. Pada pada masa itu yang dilakukan adalah benar-benar mengobrol satu sama lain.

Saat menunggu di tempat umum saat itu, tidak ada gadget yang bisa dimainkan. Maka banyak orang memilih melontarkan senyum atau mengajak orang di sampingnya mengobrol.

4. Tidur Lebih Nyenyak

Saat ini, smartphone sudah menjadi semacam candu bagi banyak orang. Di tempat tidur pun, smartphone harus selalu di samping untuk menemani.

Entah sekadar browsing, posting di Path, atau komentar di Facebook. Saking asyiknya, bisa kebablasan sampai malam dan membuat tidur tidak nyenyak.

Di pagi hari ketika terbangun, barang pertama yang dilihat pun sudah pasti adalah ponsel. Dan terus begitu setiap harinya.

Berbeda dengan zaman dahulu, mungkin yang dilakukan sebelum tidur hanyalah mengobrol atau berimajinasi. Dan tampaknya membuat tidur lebih tenang dan nyenyak tanpa gangguan.

5. Hidup yang Sederhana

Hidup pada masa lalu memang tidak semuanya menyenangkan dan kemajuan yang dibawa teknologi zaman sekarang membuat banyak hal jadi mudah. Namun memang masa lalu menghadirkan kesenangannya sendiri seperti yang diungkapkan Bruce, pria separuh baya asal Australia.

"Ketika aku masih muda, aku tumbuh di sebuah pedesaan Skotlandia. Kami anak anak di sana menghabiskan seluruh masa kanak-kanak dengan berenang, memanjat setiap pohon yang kami jumpai dan berlarian kesana kemari," tulisnya.

"Tentu saja kami pernah mengalami luka, terjatuh, atau kena penyakit flu dan sebagainya. Namun rasanya semua hal itu lebih menyenangkan daripada yang dilakukan anak-anak di zaman sekarang," lanjut Bruce.

"Aku tidak mau menukar kehidupanku saat itu dengan harga apapun," kenangnya.

(sumber : detik.com)

Selasa, Januari 28, 2014

Bermula dari KATA-KATA...



Terkadang mesti teliti dlm menutur kata...bisa jadi suatu ketika kata itu kembali mengenai diri kita...

Maka diam saat emosi tak terkendali adalah laksana emas dn permata...

Menutur kata saat emosi merajai jiwa justru menuai hina dan celaka...

Di sanalah kualitas iman diuji...kedewasaan tampak nyata...

Karena semua luka-luka dalam jiwa nyatanya selalu tersebab oleh kata-kata...

Begitupun dgn berbagai letupan kebahagiaan juga terjadi karena kata-kata...

Maka terkhusus untuk urusan KATA-KATA ini, Nabi kita tlah wasiatkan dgn terang, "Berkatalah yang baik atau DIAMlah"...

Sederhana sekali wasiat itu, namun tak sesederhana bagi mereka yang TIDAK DEWASA, yang TIDAK MATANG JIWANYA...

Jadi, memilih DIAM saat tidak ada pilihan untuk BERKATA yang BAIK adalah UJIAN kedewasaan sekaligus KEMATANGAN JIWA seseorang...

Disinilah kemudian kita menemukan satu istilah baru bagi DIAM yaitu KEBIJAKSANAAN...

Yup, menjadi BIJAK lebih tepatnya adlah menjadi SELEKTIF dalam berkata-kata...ini yang mesti kita latih setiap saat....

Hingga KATA-KATA yang terlontar hanyalah hikmah yang menumbuhkan benih KEBAIKAN...yg menentramkan setiap jiwa...

Wallahua'lam bish shawwab