Berbicara tentang organisasi akan sangat menarik perhatian semua orang terlebih lagi bagi para manajer perusahaan dan pemimpin besar. Perubahan zaman yang diikuti dengan pesatnya perkembangan peradaban manusia semakin menuntut adanya reformasi dalam setiap sisi kehidupan manusia, termasuk organisasi.
Definisi pertama dari organisasi – bisa juga dikatakan sebagai teori pertama dari organisasi – berasal dari Raja Prussia Frederik Akbar yang mendefinisikan konsep tentara modern. Dia mengatakan bahwa “Tentara mempunyai tiga bagian : infanteri berjalan, kavaleri menunggang, dan artileri ditarik”.
Dengan perkataan lain, definisi sebuah organisasi adalah berdasarkan perbedaan pekerjaan. Konsep dasar ini melandasi semua organisasi militer sampai Perang Dunia II. Selain itu, juga merupakan konsep yang melandasi usaha pertama di dunia. Sekarang, sebuah pendekatan konsep perubahan organisasi di gaungkan dengan metode “5P”. Konsep ini memberikan gambaran bahwa organisasi hari ini tidak hanya sekedar perbedaan pekerjaan, tetapi bagaimana mensinergiskan pekerjaan tersebut menjadi sebuah aktifitas untuk mencapai tujuan dari organisasi itu sendiri.
Pertama, Prospek. Perubahan organisasi harus dimulai dengan menentukan prospek atau visi dari organisasi itu. Visi ini mencakup gambaran masa depan organisasi dan target yang ingin mereka capai. Visi memberikan kehidupan dan menjaga stabilitas organisasi. Kita sering melihat banyak perusahaan atau organisasi hancur tak berbekas. Penyebabnya bukan karena mereka tidak bekerja atau karena banyak hutang, dan sebagainya. Namun, ada satu faktor penting yang mereka tinggalkan. Mereka tak lagi berjalan, bekerja, dan beraktifitas dengan visi yang pernah mereka buat. Atau mungkin mereka memang tak pernah memilki visi dalam perusahaan atau organisasinya. Sejarah juga telah membuktikan bahwa organisasi yang mampu bertahan hingga ratusan tahun sangat setia menjaga arah kerja mereka sesuai dengan apa yang mereka cita-citakan. Bahkan dalam banyak literatur bisnis diungkapkan dengan gamblang dan jelas bahwa mereka yang sukses dalam membangun organisasi bisnisnya adalah mereka yang tidak hanya menjadikan money (uang) sebagai satu-satunya tujuan. Suiciro Honda salah satu contohnya. Pendiri pabrikan sepeda motor dan mobil terbesar di dunia ini pernah mengatakan,”Saya ingin mensejahterakan rakyat jepang dan membuat mereka bangga dengan apa yang mereka kerjakan.” Dan, produk Honda bisa kita lihat dan rasakan sekarang menjadi salah satu produk otomotif paling diminati oleh pasar di seluruh dunia.
Kedua, Profit. Salah satu indicator pencapaian prospek adalah dengan menghasilkan profit. Profit dalam hal ini tidak hanya dilihat dari kemampuan perusahaan dalam menghasilkan uang, tetapi juga dalam hal menjaga loyalitas dan kepuasan pelanggan. Jika pelanggan anda puas artinya anda akan meraih profit yang lebih besar lagi. Tapi jika mereka kecewa,maka mereka akan mencari produsen lain yang bisa memenuhi kebutuhan mereka. “Pembeli adalah Raja”. Prinsip ini masih dipakai oleh banyak perusahaan maju. Mereka begitu perhatian dengan para pelanggannya.
Ketiga, Produk. Untuk menghasilkan profit yang memuaskan perusahaan harus mampu menciptakan produk yang berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan. Produk yang dihasilkan menjadi ikon dari perusahaan. Produk juga menggambarkan bagaimana aktifitas yang dilakukan oleh perusahaan.
Keempat, Proses. Produk yang baik tentunya akan terbentuk dari proses yang baik juga. Proses dalam menghasilkan produk melibatkan semua unsur dari dalam perusahaan. Ada unsur manusia, dana, mesin, bangunan, desain, dsb. Menyepelekan salah satu unsur dalam proses tersebut akan berakibat fatal pada output yang dihasilkan. Maka dari itu, setiap unsur dan tahapan dalam proses tersebut harus dijaga betul stabilitasnya.
Kelima, People. Proses akan berjalan dengan baik apabila didukung oleh SDM yang baik. SDM menjadi factor yang menentukan perubahan dalam organisasi. Jika kita ingin mengubah organisasi kita maka ubahlah orangnya.
Orang inilah yang nanti akan mampu melahirkan proses yang baik, menghasilkan produk yang berkualitas, berbuah profit yang memuaskan, dan dengan begitu tercapailah prospek yang menjadi tujuan akhir dari semua aktifitas organisasi.
wah..ana termasuk elemen ke-5 yah..
BalasHapuspak direktur, dari satu sampe 5 yang mana yang paling penting?
dalam organisasi tak ada yang paling penting...semua elemen sama-sama penting...gitu juga 5 poin di atas, 55 nya penting..tapi ada satu elemen yang harus senantiasa di maintenance yaitu SDM...
BalasHapuskalo seperti yang terposting di halaman ini:
BalasHapushttp://wedonotgoblog.blogspot.com/2007/09/koperasi-atau-organisasi.html
kirekire elemen nomer brapa yaaa? ^_^
tadi udah nyari2 di blog dini kok nggak ada ya tulisannya?
BalasHapusadakok... kak lisa ajah dapet...
BalasHapuscoba klik halaman ini
wah kalo yang ada ditulisan dek dini itu lain lagi ceritanya...kalo kasusnya kayak gitu, semua elemen yang disebutkan di atas nggak ada yang genah tuh kayaknye..mulai dari prospek nggak jelas, apalagi mau bicarakan profit, dan poin-poin berikutnya dan tetap intinya adalah poin 5...PEOPLE...perubahan berawal dari manusianya.
BalasHapusyeah, sepakat...
BalasHapus