Selamat Datang di Official Website Future Leader Institute. Info lengkap hubungi : 0899.2159.530

Rabu, Mei 20, 2009

f.i.m news : Sejarah Palsu BO dan 20 Mei .....


Sahabat Master,

Anda ingat hari ini tanggal berapa? ya tanggal 20 Mei 2009. Konon katanya tanggal ini sering diperingatai sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Nah, saya baru saja dikirimin sebuah asrtikel oleh teman saya melalui FB. Artikel ini menguak semua kebohongan besar yang menyesatkan bangsa ini dan segenap rakyat Indonesia. Membuka mata kita bahwa sejarah bangsa ini telah diisi oleh kebohongan-kebohongan. Saya kutipkan artikel ini dengan tujuan anda bisa menginformasikan ini kepada saudara dan teman-teman anda terlebih bagi mereka yang masih sekolah agar tidak menjadi korban pembohongan sejarah.

Selamat membaca....


Terinspirasi dari maraknya dimana-mana tentang 101 tahun kebangkitan nasional negeri ini.
Benarkah sudah bangkit?

Jujur saja, kita adalah bangsa yang besar namun kehilangan identitasnya--Identitas sebagai bangsa yang besar.

Kekerdilan dalam semangat bangkit ini lah yang menyebabkan Kebangkitan Nasional hanya menjadi retorika, momentum perayaan sekedar menjadi penghibur semata ditengah-tengah beban hidup yang kian tak terangkat.

Kita tak pernah paham sebenarnya tentang siapa sesungguhnya bangsa ini, apa yang ingin dituju, dengan cara bagaimana dicapai...dst.

Di sisi lain, budaya korup akut, pragmatis-oportunis tak pernah hilang dari orang-orang yang mengaku memegang kedaulatan rakyat dan para pemimpin-pemimpinnya.

Ironis dan menyedihkan...

Kebangkitan sebuah bangsa harusnya diawali dengan kebangkitan ruhiah, kebangkitan intelektual/fikriyah dan baru kebangkitan fisik/jasadiyyah.

Kebangkitan fisik tanpa didahului dengan kebangkitan ruhiah dan kebangkitan intelektual, maka ia hanya menjadi kebangkitan semu, lipstick dan sekedar topeng rapuh yang keropos tanpa substansi dan pondasi yang kuat. Sekedar polesan yang menipu pandangan. Menipu sekalian melenakan.

Kebangkitan ruhiah adalah kebangkitan spiritual. Mengembalikan seluruh visi dan misi hidup suatu umat dan bangsa pada akhir tujuannya. Apa sih yang ingin diraih? Mau kemana? Untuk apa hidup? dsb. kebangkitan spritual mengantarkan kita menjadi orang yang berjuang dengan visi akhirat.

Kebangkitan ruhiah tanpa diikuti dengan kebangkitan intelektual maka kita hanya akan terjebak pada mihrab, sajadah dan tasbih atau semacamnya tanpa ada upaya "down to earth". Jika kesadaran dan kebangkitan spritualitas pada tatanan dunia yang terus berdinamika tanpa dibarengi dengan kebangkitan pola pikir, paradigma dan pemahaman terhadap ilmu pengatahuan akan menyebabkan muncul dikotomi yang tidak produktif. Logika tanpa spritualitas akan menuntun manusia justru menjauhi dari fitrahnya.

Semoga kebangkitan spiritual, intelektual dan jasadiyah mampu kita lakukan untuk menjawab ironi kebangkitan bangsa ini.

Sebagai tambahan wacana, silakan simak surat di bawah ini:


Berikut adalah isi dari surat tersebut di atas:

Oentoek Anakmas Goeskar,

Sesama kerabat dari Kaboepaten Karanganjar saja ingin mentjeritakan mengenai kesalahan sementara kalangan jang menetapkan lahirnja perkoempoelan Boedi Oetomo (BO) sebagai Hari Kebangkitan nasional.

BO didirikan di Djakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA jaitoe Soetomo dan kawan-kawan. Perkoempoelan ini dipimpin oleh para ambtenaar, jakni para pegawai negeri jang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. Saja jang pertama kali menjadi ketoea BO. Saja sendiri adalah Boepati Karanganjar kepertjajaan Belanda, memimpin BO hingga tahoen 1911. Saja kemoedian diganti oleh Pangeran Arjo Notodirodjo dari Keraton Pakoe Alam VIII Jogjakarta jang digaji oleh Belanda dan sangat setia dan patoeh pada indoek semangnja. BO sebenarnja tidak memiliki andil sedikit poen oentoek perdjoeangan kemerdekan atas bangsa Indonesia, ataoe sekedar toeroet serta mengantarkan bangsa ini ke pintoe gerbang kemedekaan, karena BO sendiri telah boebar pada tahoen 1935.

BO adalah perkoempoelan lokal dan etnis, hanja orang Djawa dan Madoera elit jang boleh menjadi anggotanja. Orang Betawi ataoe Soenda sadja tidak boleh menjadi anggotanja.

Di dalam rapat-rapat perkoempoelan dan bahkan di dalam penjoesoenan anggaran dasar organisasi, BO menggoenakan bahasa Belanda, boekan bahasa Indonesia ataoe Melajoe. Kami tidak pernah sekali poen dalam rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara jang merdeka. BO hanja membahas bagaimana memperbaiki taraf hidoep orang-orang Djawa dan Madoera di bawah pemerintahan Ratoe Belanda dan memperbaiki nasib golongannja sendiri. Bahkan di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertoelis “Toejoean organisasi oentoek menggalang kerjasama goena memajoekan tanah dan bangsa Djawa dan Madoera setjara harmonis.” Inilah toejoean BO, bersifat Djawa-Madoera sentris, sama sekali boekan kebangsaan.

Karena sifatnja jang toendoek pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak ada satoe poen anggota BO jang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjoeangan BO jang sama sekali tidak berasas kebangsaan, hanja sebatas memperjoeangkan Jawa dan Madoera saja. Hal inilah jang mengetjewakan doea tokoh besar BO sendiri, jakni Dr. Soetomo dan Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, sehingga kedoeanja hengkang dari BO.

Saja ingin berteroes terang di sini, kalaoe saja Raden Adipati Tirtokoesoemo Boepati Karanganjar, ketoea pertama BO adalah seorang anggota Freemasonrj. Saja aktif di Lodge Mataram sejak tahoen 1895.

Jadi, masih pantaskah kelahiran BO dijadikan tonggak awal moela kebangkitan nasional jang sakral itoe?

Salam taklim,

Raden Adipati Tirtokoesoemo

7 komentar:

  1. wiuw.... ternyata selama ini kita mendapati sejarah palsu gt y?? ckckckck......

    BalasHapus
  2. iya ca..ini baru salah satu kepalsuan yang terungkap..kita nggak tahu apakah isi buku sejarah yang dipelajari di sekolah itu benar semua...???

    BalasHapus
  3. O,O... t'nyata,,, suLit juga bedakan mana sejarah yg fakta, dan mana yg karangan...

    BalasHapus
  4. bagaimana memastikn sesuatu yang baru terungkap itu sebagai sebuah kebenaran?karena selama ini yang ada dan diterima sudah terprogram dengan rapi,,hingga bukankah menjadi sulit untuk dilacak?

    BalasHapus
  5. hmm...btw, valid dan reliable gak nih?

    BalasHapus
  6. insya Allah valid kok...karena ini adalah fakta sejarah..

    BalasHapus
  7. dan sebenernya hari kebangkitan nasional itu tanggal 16 oktober...

    qt bangsa yang mayoritas islam masa mau mengakui hari kebangkitan nasional yang dibuat sama orang yang mendukung yahudi (freemansory)???!!!

    "kaum muslim lah yang sebenarnya berperan besar dalam kemerdekaan bangsa Indonesia dengan jihad fii sabilillah nya..."

    BalasHapus