Selamat Datang di Official Website Future Leader Institute. Info lengkap hubungi : 0899.2159.530

Senin, Mei 18, 2009

Bikin Hidup Lebih Hidup


Salam Master,

Bikin hidup lebih hidup....ayo tebak ada yang tahu dari mana kata-kata itu? yup, itu slogannya salah satu merk rokok yang menjadi trend anak muda. Tapi, kita nggak akan membahas tentang rokok dan trendnya, saya ingin mengajak sahabat master untuk merenungkan kata-kata slogan itu BIKIN HIDUP LEBIH HIDUP.

Sahabat Master,

Mungkin ada dari anda yang bertanya-tanya kok bisa sih bikin hidup lebih hidup? Emangnya kita mau hidup kayak gimana lagi? Trus apakah sekarang kita nggak hidup? dan banyak lagi deh pertanyaan serupa. Nah, coba deh simak kisah berikut.


Satu kali ada seorang murid mendatangi guru dengan membawa sekumpulan masalah yang begitu rumit. Datanglah sang murid ini kepada guru, kemudian diterima oleh si guru. sang murid ini menyampaikan semua persoalan yang dialami, baik itu persoalan dalam kehidupan pribadinya, kehidupan keluarganya, maupun kehidupan pekerjaannya. Setelah disampaikan secara keseluruhan problem itu kepada sang guru, kemudian guru itu tidak menjawab, hanya tersenyum saja. Kemudian sang guru mengambil sebuah gelas. Tangan yang satu lagi dia gunakan untuk memberikan garam satu plastik kepada muridnya. Setelah itu kemudian sang guru meminta muridnya untuk menuangkan garam seplastik itu ke dalam segelas air tadi. Coba sahabat master bayangkan ada sebuah gelas berisi air putih kemudian dimasukkan garam dan diaduk sampai rata. Tentu saja anda juga bisa merasakan betapa asinnya air tersebut.

Sang guru lalu meminta muridnya untuk meminum air garam tersebut. Si murid bingung dan berkata dalam hati,"Saya datang ke sini untuk mendapatkan suatu pemecahan masalah, kenapa Anda memberikan air garam kepada saya?"

Tidak lama kemudian si murid ini dibawa ke sebuah kolam semacam kolam ikan. Lalu diserahkan lagi kepada muridnya itu satu plasti garam, dan sang guru memnintanya agar melemparkan garam itu ke dalam kolam. Maka, dilemparkan garam itu ke dalam kolam. Kemudian si murd di minta untuk mengaduk air kolam sampai rata sebagaimana gelas tadi. Setelah itu sang guru mengambil gelas dan mengisinya dengan air kolam tersebut. Kemudian sang guru menyuruh muridnya untuk minum air tesebut.

Sahabat Master,

Kalau anda menjadi murid pada waktu itu, pasti Anda akan merasakan perbedaan rasa antara air dalam gelas pertama dan gelas kedua. Sama-sama air putih, sama-sama berisi garam, namun rasanya pasti berbeda. Nah, apa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah ini? Jika gelas dan kolam itu adalah hati kita, sedangkan garam itu adalah masalah dalam hidup kita, maka orang yang punya hati seperti gelas akan merasakan bahwa setiap masalah yang datang begitu berat, walaupun sebenarnya masalah itu adalah masalah sepele. Namun jika hati kita seperti kolam, maka setiap permasalahan yang datang tidak akan menjadi beban, karena kelapangan hati membuat setiap masalah yang muncul menjadi mudah untuk dihadapi dengan sikap bijaksana.

Sahabat Master,

Hidup ini adalah potongan-potongan masalah. Mereka yang tidak punya masalah adalah orang mati, karena orang mati sudah tidak lagi punya urusan di dunia ini. jadi sebenarnya yang membedakan orang hidup dan orang mati adalah masalah. Masalah yang datang kadang membuat kita frustasi dan stress, mengapa? karena kita tidak melihat masalah itu dengan pikiran dan hati yang jernih. Kita melihat masalah itu dari kacamata emosi dan ego pribadi. Sehingga yang kecil pun bisa menjadi besar, yang sebenarnya mudah menjadi rumit, yang sebenarnya tidak butuh biaya jadi butuh biaya.

Maka dari itu mulai sekarang kita harus mencoba mengelola hati dan pikiran kita untuk lebih tenang dan bijak dalam menyikapi setiap masalah yang muncul. Karena yang jadi masalah bukanlah masalah itu sendiri namun cara kita menyikapinya.

Salam Master,
by fakhrul-inightmaster

Tidak ada komentar:

Posting Komentar