
Saatnya kita untuk berbagi cerita.
Waster, Spender, Investor. Apa pun karakter Anda, semuanya memiliki tanda di permukaan. Anda dapat menilai seseorang dari penampilannya. Namun, keindahan tidak hanya terdapat di permukaan saja. Malah, keindahan yang sebenarnya dapat Anda temukan di bagian dasar. Dan untuk dapat menikmati keindahan yang ditawarkan di dasar, Anda harus terlebih dahulu ‘menyelam’. Menahan nafas dahulu. Berpayah-payah dahulu. Bersakit-sakit dahulu.
Penampilan dapat menipu.
Benar. Meski Anda dapat menilai seseorang dari penampilannya, namun penampilan (seringkali) dapat menipu. Menyesatkan. Anda tidak akan melihat mobil, rumah mewah, uang beratus-ratus juta atau benda-benda mewah lainnya dari mereka, para investor sejati. Anda tidak akan melihatnya, karena mereka memang tidak memperlihatkannya. Mereka menanamnya! Dan dapatkah Anda menduga apa yang terjadi bila ia menanam mobil? Akan mekar mobil lainnya. Menanam rumah? Akan lahir rumah-rumah lainnya. Menanam uang? Akan beranak-pinak uangnya. Begitu seterusnya. Kalau pun Anda melihat harta benda ‘menyilaukan’ mereka, yakinlah bahwa itu adalah hanyalah ‘bagian kecil’ dari apa yang mereka punyai. Karena sekali lagi, pekerjaan para investor bukanlah memperlihatkan (apalagi memamerkan) tetapi menanam. Mengapa mereka melakukannya? Karena mereka memiliki apa yang saya sebut sebagai pola fikir ‘hasil yang dapat dinikmati di masa depan ’ yang dirincikan:
1. Apa yang ingin saya lihat/nikmati/petik itulah yang saya tanam.
2. Tanam benihnya sekarang, nikmati hasilnya nanti.
3. Yang saya tanam punya peluang/resiko untuk terus tumbuh atau mati.
4. Tumbuh atau matinya apa yang saya telah tanam bergantung pada ‘pemeliharaan’ saya dan lingkungan saya.
5. Keberhasilan pemeliharaan saya akan berdampak pada hasil yang dapat saya nikmati terus-menerus, berkelanjutan. Satu kali tanam, ribuan kali panen. Satu yang ditanam, ribuan yang dipanen.
Bagaimana dengan spender? Pekerjaan para spender adalah memperlihatkan apa yang telah mereka tukar. Mereka menukar uangnya dengan benda-benda yang ‘menyilaukan’ (okey, bisa jadi benda-benda itu tidak ‘menyilaukan’) mata. Uang itu mereka peroleh setelah menukarkannya dengan waktu mereka.
Waster? Bukankah menyia-nyiakan waktu dan energi membicarakan mereka? Jadi? Nggak usah dibahaslah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar