Selamat Datang di Official Website Future Leader Institute. Info lengkap hubungi : 0899.2159.530

Senin, Februari 01, 2010

Kebaikan itu.........


Salam Master

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Senin yang cerah...senin yang penuh ceria. Mari memulai segalanya hari ini dengan hati yang penuh kedamaian dan kesejukan, dengan penuh kelapangan dan ketulusan, dengan penuh cahaya yang menghangatkan diri kita dan orang lain yang kita temui hari ini.

Sahabat master,

Setiap kita tentu ingin dikenang sebagai orang baik ketika nanti kita meninggal dunia. Sungguh itu adalah cita-cita mulia untuk meneruskan hidup yang sementara ini menuju kepada kehidupan yang kekal dan abadi. Tentu tidak mudah dan butuh perjuangan untuk meraih cita-cita itu. Butuh proses yang juga panjang dan berliku, proses yang kita sendiri mengawalinya.


Baik bukanlah sekedar sebuah predikat yang diberikan oleh manusia, namun ia adalah nilai-nilai hidup yang telah digariskan dan diciptakan oleh Allah untuk seluruh alam ini. Ia menjadi ukuran yang menentukan kemuliaan si pembuat dan pelakunya menuju kemuliaan yang tinggi tanpa batas.

Sahabat Master,

Kebaikan ada sejak kita lahir, bahkan jauh sebelum alam semesta ini diciptakan. Karena kebaikan pula sehingga Allah menciptakan alam semesta ini dan manusia menjadi penghuninya. Oleh karena itu, mutlak bagi kita untuk menjadikan kebaikan sebagai prilaku hidup yang melekat dalam setiap sikap dan tindakan kita.

Proses membentuk sikap baik itu bisa terwujud dalam 5 tahapan yang berkesinambungan dan saling menguatkan yang kemudian mengkristal pada satu titik. Lima tahapan itu adalah informasi, paradigma, persepsi, motivasi, tindakan, dan sikap.

Sahabat Master,

Manusia yang baik tentulah menjadikan kebaikan itu mengalir bersama sikap dan tindakan. Manusia yang baik juga menyerap bukan hanya informasi yang baik namun juga kebaikan-kebaikan dalam setiap informasi itu. Manusia yang baik menjadikan kebaikan sebagai paradigma dalam melihat setiap persoalan hidup yang dia alami. Manusia yang baik juga menjadikan kebaikan sebagai persepsi awal dalam memberikan penilaian terhadap setiap permasalahan yang muncul.

Manusia yang baik selalu menjadikan kebaikan sebagai motivasi tertinggi untuk terus berbuat dan berkarya bagi diri, orang yang dia kasihi, bagi bangsa dan agamanya. Manusia yang baik selalu menjadi kebaikan sebagai motif dasar setiap tindakan yang mengisi kesehariannya. Dan akhirnya kebaikan itu kemudian menjelma menjadi sikap hidup yang terus hadir dalam setiap nafas, setiap langkah, setiap kata, setiap hati, dan setiap niat seorang manusia.

Sikap hidup yang terus hadir inilah yang kemudian menjadikan Manusia tersebut bak permata di tengah gelap malam yang bercahaya di antara keburukan-keburukan. Bahkan kadang keburukan itu bisa tersinari sehingga ia tidak lagi menjadi keburukan.

Begitulah kebaikan. Allah menghadirkannya untuk memuliakan kita. Karenanya, siapa yang berhasil menemukannya maka ia menemukan kemuliaan, siapa yang mendapatkannya maka ia mendapatkan kemuliaan, siapa yang memilikinya maka ia memiliki kemuliaan, siapa yang hidup bersamanya maka ia hidup bersama kemuliaan.

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit (QS. Ibrahim : 24)

Sahabat Master,

Mari menjadikan kebaikan sebagai sikap hidup yang selalu hadir dalam pribadi-pribadi kita. Karena kita hidup hanya sekali, dan jika hidup ini kita isi dengan kebaikan maka sekali saja sudah cukup.

Selamat menjadi manusia-manusia yang baik, manusia yang setiap perkataannya adalah kebaikan, manusia yang setiap langkahnya adalah kebaikan, manusia yang akhir hidupnya adalah kebaikan. Amiinnn ya rabbal 'Alamin

Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Salam Master,
by fakhrul-insightmaster

2 komentar:

  1. baikLah..jazakallah khairan for sharing

    BalasHapus
  2. mari berjuang untuk kebaikan diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan agama

    BalasHapus