
Setenang hamparan malam
Semilir angin begitu terasa
Kini ku jauh dan sangat jauh
Dari sinaran
Dan…
Aku menemukan dirimu
Di tepian zaman
Zaman dimana aku dan yg lain sulit berfikir “waras”
Kini, pembicaraan ini
Lebih dari sekedar “lentera jiwa dan hati”
Namun…
Hakikat penciptaan, dan kepada siapa HATI ini
Kau…
Sungguh sebagi teguran
Dan kau…
Sungguh, aku malu jadinya
Disaat kami lalai disetiap rakaat
Lupa nikmatnya saat dahi terbenam dalam khidmat
Saat kesiangan, tertidur, dalam perjalanan
Ntah apa lagi alasan….
Surat CINTA
Ntah kemana kami simpan ia
Dibaca…???
Ntahlah, bahkan sebagian kami lupa cara mmbacanya
Hei sobat…
Saat kau hadir dalam barisan ini
Semoga tak kau lihat
Saat kami terkulai mempertahankan “iman”
Namun sob…
Lihatlah
Bagaimana para “pendahulu”
Dan akhir kesudahan mereka
Dan kalian
Mungkin lebih tepatnya kita
Sudah berapa lama…???
Disini…!!!
Berteriak ketika terhimpit
Meringis ketika sakit
Lalu…
Disaat AMAN, dimana DIA…???
Semua merasa “tenang”
Maka wajar tiap ujian merasa besar
Semua terasa “biasa”
Hingga saat nikmat tercabut, semua “terkesima”
Hei sobat, begitu berat perjuagan
Menjemput indahnya rasa
Membuat kami
….aah…
Rasanya telah begitu berat
Rasanya telah begitu banyak
Namun itu tak berarti
Saat kami tau, bahwa sulitnya “perjuangan” lebih keras menghantam
Namun sobat
Tetaplah berusaha
Transisi takkan begitu berarti
Saat kau tetapkan HATI
Dan kami…
Hm…
Kemana…???
Masih begitu banyak yang harus dijawab
sepertimya kami harus kembali memulai bersama mu
kembali mencintai
kembali mengenal
hakikat penciptaan ini
karena kapanpun, kita harus siap untuk kembali
(by Alif Abdullah - Insightmaster)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar