Selamat Datang di Official Website Future Leader Institute. Info lengkap hubungi : 0899.2159.530

Jumat, Juli 12, 2013

Jadilah kalian PEMUDA-PEMUDA TANGGUH dan PENGUKIR SEJARAH



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kusampaikan dengan segenap cinta, untuk kalian (adik-adikku) para pengemban dakwah
Kusampaikan dengan seluruh jiwa, untuk kalian (adik-adikku) para penerus risalah
Kusampaikan dengan segenggam cita, untuk kalian (adik-adikku) para pewaris peradaban

Detik ini mungkin tak akan terulang…
Ramadhan ini juga tak akan kembali…
Dan setiap pertemuan boleh jadi hanya sekali...
Karenanya untuk yang tak akan terulang, untuk semua yang tak kembali, dan untuk segala yang hanya sekali…
Izinkan saya sampaikan nasehat ini, bukan untuk mencari puji, atau karena diri lebih mulia, namun karena khilaf yang masih terlalu banyak, agar jadi pelepas tanggung jawab di sisi Allah kelak…agar kita selalu bersama di jalan dakwah ini…

Jalan yang telah banyak darah tertumpah
Jalan yang telah bergugur berjuta nyawa
Jalan yang telah terurai linangan air mata menjadi sungai cinta
Jalan yang hanya inginkan akal, hati dan jiwamu tertuju pada-Nya
Jalan yang hanya inginkan ragamu berlelah-lelah disisi-Nya
Inilah jalan yang disesali di akhirat oleh mereka yang dahulu enggan melaluinya
Inilah jalan yang disyukuri di akhirat oleh mereka yang bersusah payah melewatinya…

Adik-adikku,
Allah tak pernah sedikitpun tanpa sengaja memilih orang-orang yang akan diperkerjakan untuk membela agama-Nya
Allah Yang Maha Sadar, tahu persis siapa orang-orang yang akan dia pilih untuk berada di jalan dakwah ini hingga akhir hayatnya…
Karena memang sejatinya DAKWAH ini, dengan segenap pekerjaannya adalah PROYEK ALLAH, maka Allahlah yang mencari para pekerjanya, Allah pula yang membiayai semua pendanaannya dan Allah pula yang akan selalu menjaga keberlangsungannya di muka bumi

Jika begitu,
Tak pantaslah kita (sebagai pekerja) merasa punya JASA atas dakwah ini
Tak pantaslah kita (sebagai pekerja) merasa paling BANYAK PENGORBANANNYA atas dakwah ini
Tak pantaslah kita (sebagai pekerja) merasa paling PENTING atas andil dalam keberhasilan dakwah ini
Karena, ada atau tiadanya kita di dalam barisan dakwah ini, tak sedikitpun punya efek atas keberlangsungannya…

CATAT INI BAIK-BAIK DALAM HATI KALIAN…
Dakwah ini akan terus bergulir, akan terus berjalan, bahkan tanpa KALIAN seorangpun…ALLAHU AKBAR, DIALAH PENGUASA LANGIT DAN BUMI, ALAM SEMESTA INI DALAM GENGGAMANNYA…

Jelaslah,
Bahwa DAKWAH ini adalah KERJA
Bergabung dalam DAKWAH ini artinya KESIAPAN untuk BEKERJA tanpa henti
Bergabung dalam DAKWAH ini artinya KESIAPAN untuk BEKERJA tanpa puja-puji manusia, hanya inginkan puja-puji dari-Nya

Janganlah ketiadaan penghargaan dari manusia atas kerja-kerja DAKWAH kalian, membuat kalian lemah dan surut ke belakang…
YAKINLAH bahwa ALLAH MAHA MELIHAT pekerjaan kalian, dan YAKINLAH bahwa DIA pula yang akan membalas semua jerih payah kalian.
BUKANKAH BALASAN DARI ALLAH adalah LEBIH BAIK DARI PENGHARGAAN MAKHLUK-MAKHLUKNYA…
Mana yang kalian kejar…???
Mana yang paling kalian inginkan…???

Jika bergabungnya KALIAN dalam Dakwah ini hanya untuk perbaiki diri, menyempurnakan amal yaumi…saya katakan sejak awal, lebih baik kalian menyingkir…
PERBAIKAN DIRI DAN SEMPURNANYA AMAL YAUMI tak mesti berada dalam barisan DAKWAH…kalian bisa lakukan sendiri…

Jika bergabungnya KALIAN dalam Dakwah ini hanya untuk BERBANGGA-BANGGA pada tingginya JABATAN dalam LDK…saya katakan sejak awal, lebih baik kalian minggir…
TAK ADA TEMPAT di sini, untuk mereka yang sibuk berbangga diri…

Jika bergabungnya KALIAN dalam Dakwah ini hanya ingin DIGELARI orang sholeh, sholehah, ADS atau ADK…saya katakan sejak awal, DAKWAH ini hanya punya satu gelar, SYUHADA’, itupun baru tersemat jika KAU telah tiada, tak lagi hidup di dunia…

Karena semua EGO Pribadi, semua perasaan Kebanggaan, dan semua keinginan meraih GELAR adalah KARAT-KARAT PENYAKIT yang menggerogoti UKHUWAH KITA…
Penyakit yang melumpuhkan KEIMANAN kita, mengaburkan CINTA kita kepada sesama IKHWAH…

DAKWAH ini juga UKHUWAH…mustahil kita bisa istiqomah dalam dakwah tanpa berukhuwah…Sedangkan Akar Ukhuwah adalah IMAN…

INGAT…Kita BERUKHUWAH bukan karena kesamaan hobi, kesukaan, kecocokan kesenangan dan semua ukuran duniawi…

Kita berUKHUWAH karena kita meyakini, membenarkan dan mengamalkan perintah Allah dengan kerelaan yang tulus hanya kepada-Nya…

Kita berUKHUWAH karena pekerjaan kita sama, satu proyek untuk memenangkan agama Allah…bukan pekerjaan yang lain…
Karenanya kita tidak sedang mencari PENGHIDUPAN dari dakwah…laksana kata seorang ulama’: ‘Hidup-hidupilah Dakwah, jangan mencari kehidupan dari dakwah’

Karena akar ukhuwah adalah IMAN, maka cara menumbuhkannya juga harus dengan cara-cara yang bisa menyuburkan keimanan, bukan dengan cara-cara yang melemahkan bahkan mematikan KEIMANAN itu sendiri…

UKHUWAH juga UJIAN KEBERSAMAAN
Ukhuwah itu tidak diuji saat kita BERPISAH...Ukhuwah diuji justru saat kita BERSAMA, saling melihat CELA...disanalah kita berhadapan pada 2 pilihan, menyuburkannya ataukah menjadikannya gersang...Suburnya Ukhuwah karena BAIK SANGKA, Gersangnya Ukhuwah karena BURUK SANGKA...Dan pada kalian, Aku memilih utk menyuburkannya, walaupun saling tahu bahwa kita tak sempurna...

UKHUWAH juga UJIAN PERASAAN
Saat suka berukhuwah, saat duka tak tahulah…
Bukan, bukan seperti itu tuntunan UKHUWAH yang tercontoh dahulu, UKHUWAH adalah suka duka kita jalani bersama, laksana satu tubuh, kita satu, tak berpisah dan tak ada yang bisa memisahkannya kecuali ALLAH…Satu sakit semua merasakan sakit, satu senang semuapun ikut senang…satu bermaksiat yang lain berikan nasehat. Satu berbuat taat, yang lain ikut sempurnakan…begitulah UKHUWAH yang diajarkan Nabi dan para sahabat.

Satu lagi,
Yang selalu jadi sekat ukhuwah adalah Maksiat…
Mereka yang senang bermaksiat tanda bahwa akal, jiwa, dan hatinya belumlah MATANG…UMAT Nabi Luth adalah seburuk-buruk contoh dalam bermaksiat
Allah menegur mereka : Alaisaminkum rajulurrasyid

Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: "Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih Suci bagimu, Maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak Adakah di antara kalian seorang yang MATANG ?" (Qs. Huud : 78)

2 sebab hobi maksiat
1.Jarang ingat Allah, hatinya lumpuh dalam merasakan kebersamaan Allah
2.Jarang ingat Mati, jiwanya lalai terlupa bahwa raga akan kembali ke tanah, bahwa jiwa akan datang menghadap Allah

Maksiat itu tanda hati yang khianat…
Maksiat itu tanda jiwa yang enggan tuk taat…
Maksiat itu tanda akal yang gemar mendebat…
Karenanya siapapun (sendiri atau bersama-sama) yang gemar maksiat pastilah akhirnya dilaknat…
Laknat dari Allah berupa ditutupnya pintu-pintu kebaikan, dijauhkannya kita dari orang-orang baik, dibiarkannya kita tenggelam semakin jauh dalam maksiat, disulitkannya segala urusan, dan ditundukkannya kita kepada musuh-musuh dakwah…hingga orang-orang pendengki itu berkuasa kepada diri dan organisasi kalian…



Inilah Ramadhan
Ramadhan hadir untuk mereka yang sedia bertaubat dari maksiat masa lalunya, menyesalinya, dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi di esok hari
Ramadhan hadir untuk mereka yang sedia merajut ukhuwah, mengubur dalam-dalam ego diri, perasaan kebanggaan, dan ingin digelari…
Ramadhan hadir untuk meraka yang mencintai Allah, Rasul-Nya dan Dakwah ini melebihi kecintaannya kepada makhluk-makhluk lainnya.

Karena itu,
Adik-adikku, mari di Bulan Ramadhan ini kita bersegera memohon ampunan agar Allah berkenan bukakan pintu-pintu keberkahan, Allah berkenan tunjukkan jalan-jalan kelapangan dalam setiap urusan dakwah kita.

Waktu tak akan pernah terulang, UKIRLAH SEJARAH
Lakukan kerja-kerja besar, agar jiwa dan semangat kalian tidak melemah
Buatlah karya-karya hebat, agar generasi setelah kalian tidak mencatat apapun kecuali KEBAIKAN…agar generasi setelah kalian kesulitan meniru kerja-kerja kalian…karena Keikhlasan kalian, karena jujurnya Ukhuwah kalian, karena banyaknya prestasi kalian…

Itulah yang dikatakan Umar RA saat berhadapan di depan jasad Abu Bakar RA : “Wahai Khalifah Rasulullah, engkau telah membuat orang setelahmu sulit untuk menirumu”

Mintalah nasehat kepada yang tua, karena mereka lebih dulu bertemu dengan kehidupan…dan mungkin lebih banyak amalnya dari kalian. Sayangilah yang muda, karena boleh jadi mereka lebih mulia di hadapan Allah karena sedikitnya dosa yang terlaku.

Janganlah jadi orang yang sombong, cirinya :
1.Tidak mau menerima nasehat
2.Menganggap dirinya lebih baik, lebih mulia, lebih hebat dari orang lain

Bergaulah kepada setiap orang dengan akhlak yang baik…sapa mereka, ajaklah mereka kepada kebaikan, jangan sholeh sendirian…

Jangan pernah merasa Kalian paling SHOLEH, sedangkan yang lain BEJAT…

Jagalah amanah, dan jangan khianati…
Beristikharahlah dan Bermusyawarahlah dalam mengambil setiap keputusan, karena bimbingan Allah ada dalam istikharah dan musyawarah…

Jika merasa berat dan tak sanggup menunaikan amanah, mundurlah sejak awal, jangan jadi beban bagi dakwah

Tetap jaga prestasi akademik kalian, tekunlah dalam belajar, rakuslah kepada ilmu, perluas wawasan dan pergaulan…

Istiqomahlah dalam tarbiyah, karena disanalah muara semua hidayah, tarbiyah memang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya tak akan bisa diraih tanpa tarbiyah

Istiqomahlah dalam dakwah, azzamkan tekad bahwa kalian akan tetap berada dalam dakwah ini sampai MATI…

Terakhir
Duhai adik-adikku,
jadilah kalian generasi PENGAMAL, bukan generasi PENGAMAT...
jadilah kalian generasi PENYELAMAT, bukan generasi PENGKHIANAT...
jadilah kalian generasi TAUBAT, bukan generasi AHLI MAKSIAT…
jadilah kalian generasi MODERAT, bukan generasi PENGHUJAT..
Jadilah kalian generasi PEMBERANI, bukan generasi PENCARI PUJI...
Dan jadilah kalian generasi PENGHUNI SURGA, bukan generasi AHLI NERAKA...

Salam cinta, sepenuh Ukhuwah untuk langkah yang semoga selalu bersama di dunia dan akhirat kelak…
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hamba Allah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar