
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam Master
Sahabat Master,
Tak terasa waktu begitu cepat berputar menghantarkan kita berada di detik-detik perpisahan dengan bulan mulia Bulan Ramadhan. Dan tinggal menghitung waktu, fajar Syawal pun segera menyingsing. Fajar kemenangan, Fajar keagungan, dan Fajar ketika semua jiwa terlahir kembali menjadi Fitrah (suci & bersih).
Sahabat Master,
Satu bulan kita telah di training oleh Ramadhan untuk belajar lebih sabar, lebih tenang, lebih santun, lebih syukur, lebih kuat, lebih pemurah, dan lebih pemaaf.
Selayaknya orang yang baru lulus dari sebuah kamp pelatihan, tentunya ia mempunyai skill yang lebih banyak sebelum mengikuti pelatihan tersebut. Nah, keluarnya kita dari Kamp Ramadhan ini mestinya juga menambah skill kita untuk menjalani kehidupan yang pelik di 11 bulan mendatang. Ramadhan telah membentuk kita menjadi Insan Syamil wa Mutakamil...Insan yang paripurna. Manusia yang punya kecerdasan, kesantunan, dan keimanan yang kokoh.
Nah, salah satu skill yang dihasilkan dalam Kamp Ramadhan ini adalah MEMAAFKAN. Saya ingin mengatakan bahwa memaafkan itu adalah skill, karena dia (memaafkan) itu perlu dilatih. Ibarat naik sepeda maka untuk menjadi pandai kita harus terus berlatih mengayuhnya walaupun terkadang jatuh dan terluka. Begitupun memaafkan.
Dalam Islam memang ada hukum Qisas atau biasa disebut dengan hukum balas. Misalnya ada orang membunuh maka boleh dibalas dengan membunuhnya. Sungguh adil. Namun Islam dengan panduannya Al Qur'an dan Sunnah mengajarkan bahwa ada keadilan yang menentramkan. Membalas membunuh memang tidak dilarang namun ingat bahwa menghilangkan satu nyawa manusia sama dengan membunuh seluruh manusia. Dahsyat kan. Untuk itulah Allah selalu menyertai setiap qisas itu dengan perkataan : "Sungguh memaafkan itu lebih baik bagimu". Subhanallah. Inilah kata tersingkat namun tersulit untuk dilakukan.
MEMBERI MAAF atau MEMAAFKAN menjadi sulit karena manusia dilahirkan dengan sejuta penyakit dalam hatinya, mulai dari sombong, angkuh, iri, dengki, lalai, kikir, dsb. Semua sifat dasar ini menemani keseharian kita. Oleh sebab itu, siapa yang berhasil mengalahkan sifat-sifat ini dia menjadi mudah untuk MEMBERI MAAF.
Sahabat Master,
Kamp Ramadhan selama satu bulan penuh ini harusnya bisa mengikis dan mengubur dalam-dalam sifat dasar yang saya sebutkan di atas tadi. Maka dengan begitu tidak ada alasan untuk tidak bisa MEMAAFKAN. Maka di hari yang fitrah menjelang Idul Fitri 1431 H, marilah kita latih skill untuk MEMAAFKAN segala khilaf dan salah dari saudara, kerabat, teman, tetangga dan siapapun yang menemani keseharian kita.
Saya Sekeluarga juga ingin menyampaikan
Taqabballahu minna wa minkum
Taqabbal Ya Karim
Semoga Allah menerima amalan kita semua selama Bulan Ramadhan
dan menjadikan hati serta jiwa kita kembali fitrah di hari kemenangan
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H
MOHON MAAF LAHIR & BATIN
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam Master,
by fakhrul-insightmaster
Tidak ada komentar:
Posting Komentar