Selamat Datang di Official Website Future Leader Institute. Info lengkap hubungi : 0899.2159.530

Kamis, November 24, 2011

KEMATANGAN...



Yup, malam hari ini saya kembali belajar tentang satu hal penting dalam hidup. Dia bernama KEMATANGAN. Sederhana memang namun seringkali tidak sesederhana jika kita berhadapan dengan sebuah problem hidup yang rumit, karena disanalah KEMATANGAN itu akan terlihat dan teruji.

Ada satu hal yang menarik tentang KEMATANGAN, malam ini pun saya mendapatkan penegasan bahwa sekali lagi KEMATANGAN itu tidak selalu tumbuh seiring bertambahnya usia kita. Karena ini wilayah rasional, emosional dan spiritual. Seorang anak kecil yang berusia 6 tahun bisa jadi lebih siap dan tegar jika mendengar kabar bahwa ayahnya meninggal dunia, namun seorang wanita berusia 65 tahun bisa jadi akan pingsan jika mendengar suaminya meninggal dunia dengan tiba-tiba. Nah, inilah yang menarik dari sebuah KEMATANGAN, seringkali kita baru benar-benar memahaminya saat kita dihadapkan dengan problem yang rumit itu.

Mungkin seperti cinta, kita tak harus mengerti maknanya namun kita bisa merasakan bagaimana dia bekerja, begitulah KEMATANGAN, karena dalam kerjanya itulah kita menemukan maknanya.

Satu hal yang saya dapatkan juga malam ini adalah bahwa KEMATANGAN itu bukanlah warisan, apatah lagi sesuatu yang bisa kita dapatkan dengan instan. Saya melihat lebih dalam bahwa KEMATANGAN sangat erat hubungannya dengan wilayah spiritual kita. Wilayah dimana kita terhubung dengan Tuhan (Sang Pencipta). Wilayah dimana kita harus banyak tawar menawar dengan nafsu, karena nafsulah yang seringkali membuat kita tidak cukup siap berhadapan dengan problem rumit dalam hidup ini. Nafsu tentu dikendalikan oleh Akal, dan Akal dikendalikan oleh HATI. Nah, sumbernya ada di HATI...hati pada hakikatnya adalah Nur (Cahaya), karena melalui HATI lah, Tuhan kita (Allah) memberikan jalan keluar dan petunjuk kepada hamba-hambanya.

Hubungannya adalah jika HATI kita terpaut dengan Sang Pencipta, maka Akal akan mudah mengendalikan nafsu, jika nafsu terkendali maka selamatlah kita, terjagalah lisan dari mencela, terjagalah tangan dari memukul, terjagalah kaki dari melangkah ke tempat yang salah, dan terjagalah diri dari yang sia-sia.

Inilah yang saya sebut dengan KEMATANGAN...saat dimana semua problem hidup ini kita sandarkan hanya kepada Allah saja, karena kita yakin tidak ada yang memberikan kita kekuatan selain Dia YAng MAha Kuat. karena kita yakin tidak ada yang mengasihi kita selain Dia Yang Maha PEngasih. Karena itulah kita bersandar kepada-Nya. Dan saat itulah kita menjadi Pribadi yang MATANG...

Sebagaimana Allah menyindir umat Nabi Luth,
"Alaisa fiikum rajuulur rasyid. Tiadakah diantara kalian seorangpun yang matang"
(Qs. Huud : 78)
Inilah umat yang tak mampu mengendalikan nafsunya, ketika Nabi Luth membawa puteri-puterinya yang suci untuk dinikahi dengan kaum laki-lakinya, namun kaum laki-laki itu lebih suka dengan laki-laki yang lain. Bahkan ketika malaikat turun berwujud lelaki yang tampan, mereka sangat menginginkannya, Naudzubillahimindzalik.

Selain berbicara tentang problematika hidup, KEMATANGAN pun seringkali diuji ketika kita didzalimi oleh orang lain, ketika kita disakiti, apapun bentuknya, yang jelas ketika perasaan kita tersakiti. Disitupulah Allah menguji KEMATANGAN kita, apakah mau memaafkan, dan melupakan semua kesalahan orang lain kepada kita? atau malah menyimpan dendam kesumat dan iri dengki yang merusak amal seperti api yang melahap kayu bakar hingga kayu itu menjadi abu. Habis tak bersisa, kemudian berterbangan ditiup angin, begitulah akhirnya. Semua amalnya menjadi sia-sia dan tak berarti.

KEMATANGAN juga seringkali datang setelah kita melewati beberapa proses dalam hidup ini, ada yang pernah berbuat salah kemudian menyadarinya dan tidak mengulanginya lagi, dan menjadi MATANGLAH dia. Ada juga yang belajar dari pengalaman orang lain kemudian berusaha agar dia menjadi lebih baik dari apa yang dialami orang tersebut, dan menjadi MATANGLAH dia. Ada juga yang dibimbing langsung oleh Tuhan, seperti para Nabi dan Rasul, yang langsung dibimbing oleh Allah hingga MATANGLAH pribadinya.

Karena itulah, saya perlu menyampaikan hal penting ini kepada semua Sahabat Master, karena KEMATANGAN ini menentukan masa depan kita. Hal yang pertama dilatih oleh Allah kepada para Nabi dan Rasul-Nya adalah tentang KEMATANGAN, makanya kita sering dapati bahwa pekerjaan pertama para NAbi dan Rasul sebelum menerima Risalah dari Langit adalah menjadi Pengembala, mengembalakan kambing, karena disanalah KEMATANGAN itu akan terasah. Agar nanti ketika berhadapan dengan umat manusia, Para Nabi dan Rasul itu menjadi lebih siap dan tegar dengan segala rintangan yang muncul.

Lihatlah buah-buah yang MATANG itu, selalu sedap dinikmati, warnanya menarik, baunya harum, lembut dagingnya, manis rasanya, dan tentu saja mahal harganya. Begitulah efek dari KEMATANGAN, prosesnya panjang, mungkin butuh waktu berbulan-bulan menunggu buah itu matang di pohonnya, dan ketika waktunya sudah tiba, saat-saat memetiknya akan menjadi momen yang ditunggu-tunggu, bahagia karena ingin segera menikmatinya setelah sekian lama menanti, seperti itulah Pribadi-Pribadi yang MATANG, mereka berproses dalam hujan dan badai, bertumbuh dalam deru angin dan panas terik, karena hanya itulah yang bisa membuat mereka MATANG dengan alami tanpa harus dikarbit.

Semoga kita semua menjadi Pribadi-Pribadi yang MATANG, yang tidak berkecil hati karena BESARNYA masalah, namun BERBESAR JIWA hingga masalah apapun yang hadir dalam hidup ini menjadi ringan untuk dilewati, sekali lagi bukan masalahnya yang bertambah kecil namun karena jiwa yang lapang itu membuat masalah sebesar apapun mampu tertampung dengan aman dan terselesaikan di sana...karena KITA YAKIN BAHWA KITA PUNYA ALLAH...itu saja, CUKUPLAH SEMUA...

Salam master
by fakhrul-insightmaster

Tidak ada komentar:

Posting Komentar