Selamat Datang di Official Website Future Leader Institute. Info lengkap hubungi : 0899.2159.530

Jumat, Mei 04, 2012

Mendidik Karakter...(Bagian 1)


Sudah lama tak bersua di blog ini. Hampir 6 bulan tidak ada satupun postingan yang saya tulis di sini. Alasannya...? Yup, karena selama hampir 6 bulan ini pula ada banyak kejutan-kejutan dalam hidup saya. Mulai dari punya aktifitas baru bersama Kedai eMB sampai diminta untuk mengajar sebagai Dosen Mata Kuliah Character Building di Stikes Yarsi Pontianak. Dua hal ini adalah anugerah dari Allah yang harus saya syukuri. Oke, apapun alasannya, sekarang saya telah kembali lagi, karena saya selalu cinta dengan blog ini, dan kita akan bersama lagi di sini. Belajar untuk Kehidupan, saling berbagi untuk kebahagiaan.

Mendidik Karakter...Yup, judul yang saya tulis di atas sudah tidak asing ditelinga kita. Karakter, sesuatu yang sudah hilang dalam diri sebagian besar orang yang hidup di dunia dan terutama di Indonesia, khususnya lagi di Pontianak. Mengapa saya katakan sebagian besar, karena masih ada yang memiliki KARAKTER, tapi jumlah mungkin hanya 1 persen dari total penduduk, tak sebanding dengan 99 persen yang tak punya karakter itu.


Inilah alasan utama yang membuat saya tidak bisa menolak tawaran mengajar mata kuliah Character Building di Kampus Stikes Yarsi selama 1 semester untuk Mahasiswa Prodi S1 Keperawatan tingkat 3. Mata kuliah yang bagi saya bukan hanya sekedar teori yang harus diajarkan di kelas, namun ini adalah Software untuk membentuk Pribadi Unggul Generasi Emas Indonesia di masa depan. Menyiapkan mereka untuk menjadi Pemimpin-Pemimpin Bangsa dan Umat ini suatu hari kelak. Saya seringkali berdo'a mudah-mudahan ini menjadi amal jariyah saya dihadapan Allah Swt.

Awalnya tidak mudah, karena memang semestinya Pendidikan Karakter itu dimulai pada fase The Imprint Period yaitu fase ketika seseorang mennyerap semua apa yang didapatnya dari melihat, mendengar dan merasakan. Fase ini berkisar pada usia 0 - 7 tahun. Bahkan sejak dalam kandungan. Inilah fase ketika seorang bayi menjadi seperti SPONS, lembut dan menyerap semua apa yang didapatnya tanpa menyaringnya terlebih dahulu. Karenanya jika kita mau mengakui, bahwa sifat-sifat yang melekat dalam diri kita hari ini adalah efek dari Fase The Imprint Period yang dilakukan oleh Kedua orang tua kita. Di dalam ilmu psikologi manusia, fase ini disebut dengan GOLDEN AGE...Usia Emas...Pendidikan Karakter semestinya dimulai dari sini.

Tapi, bukan berarti mata kuliah yang hari ini saya ajarkan kepada para mahasiswa di STIKES YARSI menjadi sia-sia. Saya bersyukur karena mereka adalah orang-orang yang beruntung bisa merasakan mata kuliah ini. Mendapat banyak pengalaman dan belajar mendidik karakter mereka sendiri. Karena pada hakikatnya karakter itu adalah semua sifat baik, dan semua sifat baik itu sudah ada dalam diri kita, permasalahannya adalah sifat baik itu jarang muncul menjadi kebiasaan, karena masih di dominasi oleh sifat-sifat tidak baik yang kita sebut Tabiat. Jadi, mendidik karakter adalah proses memunculkan sifat-sifat baik lebih sering daripada sifat-sifat tidak baik. Karena memang pada hakikatnya pula, sifat buruk itu tidak bisa dihilangkan dari diri kita. Dia sudah menjadi Fitrah kemanusiaan kita sejak lahir. Tugas kita adalah meminimalisir kemunculan sifat buruk itu, lalu kemudian memunculkan sifat baiknya lebih sering. Karena itupula, tugas mendidik karakter bukanlah sebuah tugas yang berat, ini harus menjadi tanggung jawab setiap diri kita. Lalu bagaimana memulainya...?

Yang pertama harus kita lakukan adalah membuat lingkungan yang kondusif untuk tumbuh suburnya sifat-sifat baik itu. Dan lingkungan yang paling penting adalah di rumah kita. Karena sifat manusia 90 persen dipengaruhi oleh lingkungannya, hanya 10 persen saja yang merupakan bawaan sejak lahir. Dan orang yang paling berpengaruh di rumah itu adalah orang tua. Maka orang tualah yang harus menyadari ini pertama kali. Bahwa anak-anak anda akan tumbuh dengan baik, jika tempat tumbuhnya baik dan yang merawatnya juga baik.

(bersambung...)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar